Dua Rumah di Lemah Kembar Terbakar, Dua Motor Hangus

RUSAK PARAH: Rumah Saniman, warga Dusun Kalisat, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, rusak parah setelah dilalap api. Serta, dua motor korban juga gosong. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

SUMBERASIH-Dua rumah di Jalan Bani Rancang, Dusun Kalisat, Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rabu dinihari (12/6) sekitar pukul 02.30, terbakar.

Dua rumah yang rusak akibat dilahap api itu adalah milik Saniman, 43 dan rumah milik Zainul, 53. Dua rumah korban yang masih bersaudara itu berdempetan. Namun, kerusakan rumah Zainul tidak begitu parah.

Zainul mengatakan, api kali pertama muncul dari rumah Saniman. Saat itu, di rumah Saniman hanya berdua dengan anaknya Misbahul, 13. Sedangkan, istrinya Dewi, 40, pergi ke Pasar Nguling bersama anak pertamanya, Zainal. Setiap hari, mereka berjualan sayur di Pasar Nguling.

HANGUS: Kondisi rumah Saniman usai dilalap api, Rabu (12/6). (Rizky Putra Dinasti/ Radar Bromo)

Di rumah berukuran sekitar 12 meter kali 8 meter itu, Saniman bersama Misbahul sedang pulas. Sekitar pukul 03.00, Zainul mengaku mendengar ada suara percikan api. Serta, mencium aroma kabel gosong. Ia pun mencoba mencari asal aroma tak sedap itu di sekitar rumahnya. Namun, tak ditemukan.

Setelah keluar rumah, Zainul melihat api sudah melumat atap dan kamar rumah Saniman. “Saya tidak tahu korsletingnya dari kabel di atap atau di dalam rumah. Yang jelas api muncul dari kamar tengah. Ketika melihat api, saya kaget dan langsung berteriak kebakaran sembari berusaha masuk rumah (rumah Saniman). Sebab, di dalam rumah ada Misbahul dan ayahnya,” ujarnya.

Karena pintu depan tidak bisa dibuka paksa, Zainul bersama warga memecahkan kaca depan. Sehingga, pecahan kaca itu mengenai tangan kanannya. “Pintunya saya dobrak tidak bisa. Saya pukul kacanya juga tidak pecah. Akhirnya saya ambil kayu dan berusaha memecahkan kacanya. Dalam pikiran saya, dua orang di dalamnya biar bisa keluar dan selamat,” ujarnya.

Hal yang sama dilakukan keponakan Saniman, Nasirudin, 40. Ia membantu Zainul memecahkan kaca rumah Saniman. “Ketika saya masuk rumah, Misbahul baru sadar jika ada kebakaran. Dia kemudian membangunkan ayahnya yang tidur di kamar belakang. Keduanya langsung ke luar dari pintu belakang. Sebab, pintu depan kuncinya tidak ketemu,” ujar Nasirudin.

Nahas, karena kunci pintu depan tidak ditemukan, selain sejumlah burung peliharaan, dua sepeda motor Honda Revo serta Vario 150 keluaran terbaru gosong dilalap api. “Coba pintunya bisa dibuka, kemungkinan motornya masih bisa diselamatkan,” ujarnya.

Tiupan angin yang cukup kencang, api meluber ke rumah Zainul. Tanpa komando, sejumlah warga berbondong-bondong naik ke atap dan berupaya memadamkan api di atap rumah Zainul. “Listrik kan padam, kami pakai timba mengambil dari kamar mandi warga,” ujarnya.

Sekitar pukul 04.30, api yang sudah menghanguskan seluruh bagian rumah Saniman dan sebagian atap rumah Zainul. Saat itulah, tiga mobil pemadam kebakaran (damkar) berukuran besar tiba di lokasi. “Damkar-nya datang telat, saat api sudah kecil. Dari tiga itu yang digunakan hanya satu, yang dua kembali,” ujarnya.

Kemarin, Saniman mengaku belum tahu pasti kerugian yang derita akibat bencana ini. Beda dengan Zainul. Ia mengaku, rumahnya yang terbakar mengalami kerugian sekitar Rp 8 juta. “Kerugianya saya kurang tahu. Soalnya ini ludes semua. Termasuk dua motor saya,” ujar Saniman.

Terpisah, Kapolsek Sumberasih AKP Wahyudi memastikan, hampir seluruh bangunan rumah milik Saniman hangus. Namun, pihaknya masih menyelidiki pemicu kebakaran ini. “Informasi yang kami terima sementara, api muncul akibat korsleting. Namun, kami masih dalami lagi dan lakukan penyelidikan,” ujarnya. (rpd/rud)