Sekda Kota Probolinggo Bakal Lepas Jabatan Agustus Mendatang

PROBOLINGGO – Bambang Agus, Sekretaris Daerah (Sekda) memasuki masa pensiun mulai 1 Agustus 2020 mendatang. Walau belum sepenuhnya purna tugas, hampir sekitar 2 bulan lalu, mantan Direktur RSUD itu sudah mengajukan MPP (masa persiapan pensiun) sejak 1 Agustus 2019 besok.

Bahkan, pengajuan MPP itu sudah disetujui oleh Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin. Hal itu disampaikan Deta selaku Kepala BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Kota Probolinggo. Saat dikonfirmasi, mengatakan, Deta mengatakan, sekda Kota Probolinggo bukan mengajukan pensiun dini. Tetapi, mengajukan MPP.

”Bukan mengajukan pensiun dini, tetap mengajukan MPP. Pensiun dini dengan MPP itu beda,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (10/6).

Deta menjelaskan, pengajuan itu masuk sebelum Ramadan lalu. Pengajuan MPP itu sudah disetujui oleh wali kota Probolinggo. Yaitu sejak tanggal 1 Agustus 2019. Sebelum tanggal itu, bersangkutan masih tugas dinas seperti biasa. Termasuk jabatannya tetap sebagai Sekda.

”Sudah dapat persetujuan dan ditandatangi oleh pak Wali Kota. Ke BKN kami hanya laporkan biasa saja,” terangnya.

Deta menjelaskan, MPP itu merupakan hak seorang pegawai. Jadi, setahun sebelum pensiun itu, pegawai memiliki hak untuk mengajukan MPP. Tiap pegawai itu memiliki hak mengambil MPP. Dalam artian, selama setahun itu tidak melaksanakan tugas kedinasan lagi.

Tetapi, mereka masih berhak atas gaji dan tunjangan. Seperti tunjangan istri, anak dan lainnya masih dapat. Kecuali tunjangan jabatan sudah tidak dapat lagi. Termasuk fasilitas kendaraan dinas dan fasilitas lain dikembalikan ke negara.

”Seperti pak Sekda ini mengajukan MPP. Jadi sejak 1 Agustus 2019, tidak lagi jabat sebagai sekda dan semua tugas kedinasan sebagai pegawai lepas. Tapi tetap terima gaji pokok penuh,” terangnya.

Apakah di hari pertama setelah libur cuti hari raya idul Fitri, Sekda masuk atau absen? Deta mengaku dirinya tidak mengetahui sekda kalau absen. Namun, sekda masuk dalam ketua tim sidak yang akan pantau absensi pegawai di semua OPD.

”Saya tidak dengar informasi masuk tidak masuknya. Pak sekda kebetulan tim lain dalam sidak. Kebetulan, saya masuk tim pak wakil, jadi saya masih belum ketemu pak Sekda,” terangnya. (mas/fun)