Segini Jumlah Pegawai Pemkot-Pemkab Probolinggo yang Tak Masuk Kerja usai Libur Lebaran

KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo melakukan sidak pegawai Hari pertama masuk kerja setelah libur dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah, Senin pagi (10/6). Hasilnya, didapati ada 35 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tidak masuk kerja. Tetapi, dari jumlah tersebut seluruhnya memiliki alasan, sehingga tidak ada sanksi yang dijatuhkan.

APEL DULU: Sebelum sidak, ada apel bersama yang diikuti PNS Pemkab Probolinggo. (Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Sidak tersebut dilakukan sekitar pukul 07.00. Sidak dilakukan setelah apel pagi yang digelar di halaman kompleks perkantoran pemkab setempat. Kegiatan itu dilakukan di empat lokasi berbeda yang dipimpin oleh pejabat berbeda. Salah satu pimpinan sidak tersebut yakni sekretaris daerah setempat Soeparwiyono.

Hasilnya, dari sejumlah 7.685 PNS Pemkab Probolinggo, sekitar 35 tidak masuk pada hari itu. Dari jumlah tersebut kesemuanya masuk dengan beralasan.

Kepala Dinas Kominfo Yulius Christian mengatakan, yang masuk pada hari pertama itu ada sekitar 7.650 pegawai. Artinya dari jumlah 7.685 yang tidak masuk sekitar 35 pegawai. Namun, dari 35 pegawai itu, kesemuanya memiliki alasan tersendiri kenapa tidak masuk.

“Semuanya ada keterangannya. Mereka tidak masuk karena alasan tertentu dan itu diperbolehkan,” jelasnya.

Ia merinci, dari 35 pegawai yang tidak masuk, 2 diantaranya tidak masuk karena pendidikan atau kuliah. Itu, sebenarnya dihitung masuk. Selain itu ada 6 orang tidak masuk karena sakit dan ada keterangan dokter. Satu orang tidak masuk karena ada kepentingan (anak opname), 15 orang cuti bersalin, 1 orang cuti karena umroh, dan 1 orang lain cuti diluar tanggungan negara.

“Jadi yang tidak masuk sebenarnya ada 33 orang. Tetapi ada keterangannya semua. Untuk yang cuti diluar tanggungan negara itu dia ikut suaminya keluar Jawa. Dan dia tidak mengambil haknya sama sekali sebagai PNS. Itu juga diperbolehkan. Dan itu sudah lama, bukan pada hari ini,” ungkapnya.

Sekda Kabupaten Probolinggo, Soeparwiyono mengatakan, sidak pada hari pertama masuk kerja itu dilakukan untuk menindaklanjuti surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN dan RB). Dalam SE tersebut mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk melaporkan tingkat kehadiran para ASN di hari pertama masuk kerja.

“Dalam surat edaran Kemenpan dan RB tersebut juga mewajibkan pemerintah pusat dan daerah untuk memberikan sanksi bagi ASN yang tidak masuk tanpa ada keterangan yang sah dan jelas. Oleh karena itu, silahkan Inspektorat untuk menindaklanjutinya dan sanksinya juga harus dilaporkan kepada KemenPAN dan RB RI hari ini juga,” katanya.

Beralih ke Kota Probolinggo. Di hari pertama masuk kerja, usai cuti hari raya idul fitri, disambut sidak (inspeksi mendadak). 5 tim sidak menyusuri kantor kantor organisasi perangkat daerah guna memeriksa absensi para pegawai. Hasilnya, ada 23 PNS yang tak masuk dinas karena cuti.

Hal itu disampaikan Rahma Deta, kepala Badan Kepegawaian dan Pembinaan SDM Kota Probolinggo. Saat dikonfirmasi, Deta mengatakan, hari pertama, tim yang sudah disiapkan langsung sidak kehadiran para pegawai. Guna memastikan tidak ada pegawai yang bolos.

“Tim sidak dipimpin wali kota, wawali, inspektorat, BKPSDM dan asisten,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Deta menjelaskan, hasil sidak, jumlah pegawai di Pemkot Probolinggo keseluruhan 2.236 orang, termasuk guru-guru. Cuti sakit sebanyak 8 orang, cuti melahirkan 8 orang, cuti tahunan 3 orang dan cuti besar 4 orang (di luar tanggungan negara), cuti libur sekolah atau guru 1.319 orang. “Pegawai yang tidak masuk karena cuti ada 23 orang. Karena guru tidak masuk dalam sidak,” katanya.

Deta menjelaskan, tidak ada pegawai yang alpha atau bolos. Bagi pegawai yang cuti, sudah ajukan izin sebelumnya. Jadi tidak ada sanksi, bagi mereka yang sudah ajukan cuti. “Alhamdulillah, tingkat kedisiplinan pegawai tinggi,” ujarnya. (sid/mas/fun)