Nyambi Jadi Kurir SS, Montir asal Pakukerto Sukorejo Ditangkap

BANGIL – Punya usaha sampingan tak dilarang. Namun, bila usaha sampingannya adalah mengedarkan sabu-sabu, tentu lain lagi ceritanya. Bukannya keuntungan yang didapat. Yang ada, malah bisa mendekam di tahanan.

Hal itu dirasakan oleh Sokheh, 39, warga Desa Pakukerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan. Ia kini berurusan dengan hukum lantaran usaha sampingannya jadi kurir narkoba terbongkar.

Sudah tujuh bulan terakhir Sokheh menjadi kurir narkoba jenis sabu-sabu. Aktivitas itu dilakukannya di luar jam kerjanya sebagai montir. Ia ditangkap anggota Satreskoba Polres Pasuruan, Minggu (9/6) malam. Ketika itu, ia hendak mengantar SS ke pemesan barang di wilayah Genitri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono menyampaikan, Sokheh diciduk petugas sekitar pukul 20.00. Penangkapan itu berawal dari informasi yang didapatkan petugas.

“Dari informasi yang kami dapatkan itu, anggota bergerak untuk melakukan penyelidikan,” jelas Nanang.

Upaya itu membuahkan hasil. Ketika itu, tersangka sedang menunggu pemesan sabu-sabu di wilayah Gunting. Lelaki yang berprofesi sebagai montir ini, langsung digerebek petugas.

Dari penggerebekan itulah, barang bukti berupa sabu-sabu seberat 0,21 gram berhasil ditemukan. Petugas pun menggiringnya ke Mapolres Pasuruan untuk pemeriksaan.

“Dari pengakuannya, sudah tujuh bulan ia mengenal SS. Selain menjadi pengguna, tak jarang ia menjadi kurir barang haram itu,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Karena perbuatannya itu, tersangka dijerat pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/mie)