Mutasi CJH Masih Bisa Dilakukan sampai Akhir Juni

PANGGUNGREJO – Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) sampai tahap ke tiga sudah ditutup sejak akhir Mei lalu. Meski begitu, jumlah calon jamaah haji (CJH) yang mengajukan mutasi pindahan keberangkatan masih bisa bertambah.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan Imron Muhadi menjelaskan, mutasi haji masih bisa dibuka sampai akhir Juni nanti. Dan, tidak menutup kemungkinan akan bisa bertambah lagi menjelang keberangkatan.

“Untuk Kabupaten Pasuruan, CJH dipastikan masuk gelombang pertama yang keberangkatan pada bulan Juli mendatang. Sebelum itu, permintaan mutasi bisa bisa dilakukan. Kami targetkan sampai akhir Juni ini selesai,” terang Imron.

Imron mengatakan, permintaan mutasi keberangkatan ini bisa dilakukan lantaran CJH ada yang bergabung dengan orang tua atau pasangan suami istri yang masuk di tahap ke dua atau ke tiga. Sehingga, membuat jumlah mutasi CJH bertambah.

Sampai awal Juni ini, tercatat untuk mutasi keluar Kabupaten Pasuruan bertambah. Dari sebelumnya 139 CJH menjadi 141 CJH. Untuk mutasi keluar ini, kebanyakan ke Kota Pasuruan, Sidoarjo, dan Malang.

Sedangkan mutasi masuk juga berubah dari yang awalnya 19 CJH menjadi 21 CJH. CJH yang masuk keberangkatan dari Kabupaten Pasuruan berasal dari Sidoarjo dan Malang.

Imron mengatakan, mutasi pemberangkatan CJH sudah lumrah terjadi saat pemberangkatan. Biasanya lantaran sudah pindah domisili lantaran bekerja ataupun menikah. Termasuk berangkat bersama dengan keluarga atau pasangan.

Untuk CJH yang meminta mutasi keberangkatan, sudah terdaftar di Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) secara online di Indonesia. Sehingga, tak mengganggu proses pembagian kloter maupun pemberangkatan karena sudah diatur dan terdata di seluruh Indonesia. (eka/mie)