Mal Poncol Diusulkan Jadi Mal Pelayanan Publik dan Sentra UKM

BELUM DIMAKSIMALKAN: Kondisi Mal Poncol yang 3 tahun terakhir belum dimanfaatkan. Pemkot berencana mengelola sendiri Mal Poncol untuk Mal Pelayanan Publik di lantai 1 dan sentra UKM di lantai 2. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Sudah tiga tahun terakhir Mal Poncol dibiarkan mangkrak. Belum ada investor yang melirik untuk memanfaatkannya. Lantaran itu, Pemkot Pasuruan pun mulai mengkaji untuk mengoptimalkan keberadaan mal tersebut.

Rencananya, pemkot tak lagi menyewakan Mal Poncol untuk dikelola investor lagi. Tapi, lebih mengoptimalkan keberadaannya untuk pelayanan kepada warga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Mualif Arif mengungkapkan, pihaknya sudah membicarakan rencana pemanfaatan Mal Poncol. Turut dilibatkan dalam pembahasan itu, tim aset pemkot setempat.

Hasilnya, disepakati jika Mal Poncol akan difungsikan sendiri. “Tim aset sudah memastikan untuk tidak mencari investor untuk mengoptimalkan Mal Poncol. Rencananya, Mal Poncol akan digunakan oleh Pemkot sendiri,” ungkapanya Mualif Arif.

Ayik –sapaan akrab Mualif Arif- menjelaskan, dari hasil koordinasi itu, ada rencana jika Mal Poncol ini digunakan untuk berbagai hal. Di lantai satu, bakal dioptimalkan untuk Mal Pelayanan Publik (MPP). Sementara, untuk lantai dua bakal dijadikan sebagai sentra usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Pasuruan.

Namun, rencana ini masih akan dikaji terlebih dahulu. Jika rencana ini disetujui oleh Wawali Raharto Teno Prasetyo, maka pihaknya pun bakal segera merealisasikannya.

Bila toh disetujui, Pemkot juga bakal melakukan pembenahan dahulu di Mal Poncol. Kapan pembenahan itu bakal dilakukan? Ayik sendiri belum mengetahui. Sebab, rencana pemanfaatan Mal Poncol juga disebutkan belum final.

Yang jelas, tahun ini tidak ada anggaran untuk perbaikan Mal Poncol secara spesifik. Hanya saja, saban tahun Pemkot Pasuruan tetap mengalokasikan anggaran untuk keamanan dan kebersihan Mal Poncol. Untuk tahun 2019 ini, Pemkot Pasuruan menyiapkan Rp 36 juta melalui APBD 2019 untuk anggaran pemeliharaannya.

“Yang paling realistis itu difungsikan jadi Mal Pelayanan Publik dan sentra UKM. Namun, pemfungsiannya tidak dilakukan tahun ini. karena kami masih harus membenahi dahulu,” jelas Ayik. (riz/mie)