Kemarau, 23 Desa di Kabupaten Pasuruan Ini Rawan Kekeringan

LUMBANG – Mulai bulan Juni, wilayah Kabupaten Pasuruan diprediksi sudah memasuki musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat pun mulai menyiapkan langkah antisipasi adanya bencana kekeringan.

Maklum saja, meski dikenal memiliki sumber air Umbulan yang melimpah, sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan selama ini juga kerap dilanda kekeringan.

Untuk mengantisipasinya, BPBD bakal berkoordinasi dengan desa, camat, dan dinas terkait. Sehingga, ketika ada laporan kekeringan, bisa segera ditangani.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana menjelaskan, dari informasi BMKG, awal Juni ini Kabupaten Pasuruan sudah memasuki hari tanpa hujan yang panjang. Ini, berarti memang awal musim kemarau sudah dimulai.

“Meski sudah masuk musim hari tanpa hujan yang panjang, sampai hari ini (10/6) saya sudah komunikasi dengan camat bahwa masih belum ada permintaan air bersih,” terang Bakti.

Namun, karena sudah tidak turun hujan, dipastikan debit sungai atau debit air bersih di masyarakat akan perlahan turun. Sehingga, untuk mengantisipasi lebih dini, Bakti mengatakan dalam beberapa minggu ini akan segera melakukan rapat koordinasi. Baik dengan desa, camat, dinas terkait, sampai perusahaan untuk siaga mengirimkan air bersih jika ada permintaan.

BPBD juga telah melakukan pemetaan. Hasilnya, ada 23 desa di 7 kecamatan yang masih berpotensi rawan terjadi kekeringan (selengkapnya lihat infografis).

“Untuk pengiriman air bersih sendiri harus dipastikan memang adalah daerah yang alami bencana kekeringan. Setelah desa mengajukan bencana kekeringan, baru dikirimkan air bersih ke desa yang kesulitan air bersih,” terangnya.

Untuk saat ini, BPBD mengatakan masih belum ada permintaan air bersih lantaran kekeringan. Namun, diperkirakan permintaan akan tinggi saat puncak kemarau yang diperkirakan pada Agustus mendatang. (eka/mie)