Dishub Kaji Ulang Rekayasa Lalu Lintas usai Revitalisasi Pasar Baru Rampung

PROBOLINGGO – Rekayasa lalu lintas (lalin) di sekitar Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) depan Pasar Baru Kota Probolinggo, sejauh ini dinilai sukses mengurai kemacetan di wilayah setempat. Pihak Satlantas Polres Probolinggo Kota pun berencana untuk terus memberlakukannya.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal menerangkan, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan untuk mengurai kemacetan di kawasan Pasar Baru. Pertama, konsistensi petugas. Baik dari Satlantas, Dishub, dan juru parkir.

Ke dua, banyak kendaraan yang masih melawan arus. Termasuk penataan becak, kendaraan roda dua, dan roda empat. Juga masih ditemukan aktivitas bongkar muat yang dilakukan siang hari.

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurai permasalahan tersebut ialah dengan melakukan rekayasa lalin. Di antaranya, parkir motor hanya akan diberlakukan satu saf dan akan dipasang road barrier. Seperti yang terpantau di sepanjang Jalan Panglima Sudirman. Di sisi utara, kendaraan yang terparkir hanya satu saf saja.

Sehingga, kendaraan yang masuk untuk parkir tidak bisa keluar masuk sembarangan. Hanya satu pintu saja untuk masuk. Sementara sejumlah petugas gabungan dari Satlantas Polres Probolinggo Kota, Dishub, dan Satpol PP serta juru parkir terlihat berjaga dan menertibkan.

Lalu, sampai kapan rekayasa lalin itu diberlakukan? Perwira polisi dengan dua melati di pundaknya itu menjelaskan, pihaknya bersama instansi dan pihak terkait bersepakat akan terus memberlakukan rekayasa lalin tersebut.

“Rekayasa lalin di Jalan Panglima Sudirman terbukti dapat mengurai kemacetan. Terutama selama arus mudik hari raya Idul Fitri 1440 H. Ini, akan semakin terasa karena volume kendaraan yang melintas meningkat,” jelas Alfian.

Usai revitalisasi pasar baru tuntas, rekayasa lalin itu bisa dikaji ulang. “Perkara nanti setelah revitalisasi parkir yang direncanakan di lantai 3 dapat menampung semua kendaran, maka rekayasa tersebut tidak lagi diberlakukan,” jelas Alfian. (rpd/fun)