Berlakukan Finger Print Bagi Pasien BPJS di Rumah Sakit Kota Probolinggo

MAYANGAN – Para pemegang kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) harus melakukan sidik jari untuk mendapat sejumlah layanan kesehatan. Hal ini juga berlaku bagi sejumlah rumah sakit di Probolinggo.

Bahkan, sejumlah rumah sakit mulai menggunakan sistem sidik jari (finger print) pada peserta BPJS Kesehatan. Kebijakan ini berlaku sejak bulan kemarin. Untuk tahap awal pemberlakukan pendaftaran menggunakan finger print hanya di tiga poli. Meliputi poli jantung, poli mata, dan poli rehabilitasi medik.

Namun, realisasinya kembali kepada kesiapan rumah sakit. Sebab, pihak rumah sakit yang harus menyediakan peralatannya. Dalam pres rilisnya, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris mengatakan, adanya finger print ini untuk mempermudah proses pendaftaran pelayanan di rumah sakit.

Untuk mendaftar di rumah sakit, peserta BPJS Kesehatan dapat menggunakan e-KTP yang divalidasi dengan finger print. “Semua itu dilakukan agar masyarakat semakin mudah melakukan pendaftaran maupun memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” ujar Fachmi Idris melalui siaran persnya.

Terkait pemberlakukan finger print, Plt Direktur RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo Rubiyati mengatakan, pihaknya hanya memberlakukannya untuk pasien rawat inap. Itu, karena keterbatasan finger print yang disediakan pihak BPJS. Rubiyati mengaku, mulai memberlakukan finger print sejak 29 Mei 2019.

Lain halnya dengan RSUD dr. Mohamad Saleh, RSUD Tongas belum memberlakukan finger print. Pengendali BPJS Kesehatan RSUD Tongas Nasiruddin mengatakan, tiga layanan poli kesehatan yang diwajibkan menggunakan finger print belum tersedia di RSUD Tongas. “Untuk sementara finger print hanya untuk spesialis jantung, mata, dan fisioterapi. Dokter spesialis tiga layanan itu di RSUD Tongas masih kosong,” ujarnya. (rpd/fun)