PSPK Tak Didaftarkan Liga 3 Musim 2019

PASURUAN – Kota Pasuruan sejatinya memiliki dua klub yang berlaga di Liga 3 Zona Jatim. Selain Persekap, juga ada PSPK. Namun, Askot PSSI setempat memilih hanya mendaftarkan salah satu dari dua tim tersebut.

“Yang resmi didaftarkan hanya Persekap saja. Biar PSPK istirahat dulu,” kata Ketua PSSI Askot Pasuruan Suhaimi saat ditemui beberapa waktu lalu. Ditariknya PSPK dari kepesertaan turnamen, bukan sekadar untuk beristirahat sejenak. Melainkan juga didasari alasan finansial.

Menurut Suhaimi, pihaknya sangat memperhatikan kocek yang akan dikeluarkan selama tim mengarungi kompetisi. Bukan hanya biaya akomodasi, melainkan juga honor pemain yang dinilai butuh duit tak sedikit. Sementara, dana hibah yang dikucurkan KONI tahun ini menurun drastis.

Untuk diketahui, besaran dana yang akan dihibahkan ke PSSI Askot Pasuruan tahun ini senilai Rp 583 juta. Pada 2018 lalu, PSSI mendapat anggaran senilai Rp 900 juta. Hal itulah yang membuat PSSI Askot Pasuruan, harus lebih realistis. Sehingga, hanya memilih satu tim sebagai peserta Liga 3.

“Kami lihat sikon sajalah. Tahun ini cukup Persekap yang bertarung di Liga 3,” jelasnya. Suhaimi khawatir jika memaksakan dua tim sebagai peserta Liga 3, justru akan membebani pengeluaran finansial di tubuh PSSI. Mengingat besaran dana hibah yang dikucurkan KONI terus menyusut tiap tahun.

Kata Suhaimi, PSSI banyak mempertimbangkan soal anggaran. Kebutuhannya tentu bukan hanya untuk satu dua tim. Melainkan harus didistribusikan untuk pembinaan pemain muda lainnya.

“Banyak juga yang harus diperhatikan. Termasuk tim U-13 dan U-15 di kompetisi internal kami. Sebenarnya itu tanggungan masing-masing klub, tapi tetap kami upayakan,” tandasnya. (tom/rf)