Perluasan Lahan TPA Blandongan Pasuruan Masih Tunggu Sosialisasi

OVERLOAD: Lahan TPA Blandongan akan diperluas untuk memenuhi daya tampung sampah. Pemkot Pasuruan masih menyosialisasikan rencana itu ke masyarakat sekitar TPA. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN – Pemkot Pasuruan terus mematangkan rencana perluasan lahan yang dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Blandongan. Proyek miliaran rupiah itu sejauh ini masih belum dikerjakan. Sebab, ada beberapa hal yang harus diselesaikan pemkot sebelum proyek direalisasikan. Hal itu mengantisipasi terjadinya masalah di kemudian hari.

Di antaranya, yakni meminta persetujuan masyarakat yang tempat tinggalnya berada di sekitar TPA. “Sebelum proyek dikerjakan, kami lakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat di sekitaran lokasi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan Rudiyanto.

Menurut Rudi –sapaan akrabnya -, sosialisasi dilakukan kepada warga di beberapa RT yang ada di Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul. Sosialisasi itu sudah dilakukan sejak sebulan terakhir. Hingga saat ini, sosialisasi itu juga masih berlangsung.

DLHKP menyampaikan kepada masyarakat sekitar, terkait rencana perluasan lahan TPA itu. Disamping itu, DLHKP juga melibatkan pihak kelurahan serta tokoh masyarakat agar sosialisasi yang berjalan, lebih maksimal. “Sehingga, rencana perluasan lahan ini benar-benar diketahui seluruh masyarakat. Tidak ada yang terlewat satu pun,” ujarnya.

Ditargetkan, sosialisasi itu sudah dapat diselesaikan paling lambat memasuki pertengahan bulan Juni. Sehingga, DLHKP dapat segera mengajukan rencana perluasan lahan TPA itu ke tahap lelang. Karena sebelumnya, DLHKP telah menyiapkan dokumen perencanaan terkait proyek senilai Rp 6 miliar yang bersumber dari APBD Kota Pasuruan 2019 tersebut.

Rudi optimistis, berbagai tahapan yang akan dilalui dapat berjalan dengan lancar. Sehingga, perluasan lahan TPA dapat terealisasi tahun ini. Mengingat, rencana untuk memperluas lahan TPA sudah digagas sejak 2017 lalu. “Pertimbangan yang paling utama, tentu daya tampung lahan TPA kita. Dengan luas lahan 2 hektare saat ini, perlu ditambah seluas 1,5 hektare,” tandasnya. (tom/rf)