Pemberian Ganti Untung Penataan Kawasan Kumuh Mayangan Masih Dikaji

MAYANGAN – Penataan kawasan Mayangan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kementerian PUPR) saat ini masih dalam kajian. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan dilakukan proses ganti untung bagi warga terdampak program pemerintah ini.

“Sekarang masih dalam kajian oleh Kementerian PUPR. Masih banyak tahapan yang harus dilakukan sebelum proses ganti kepada warga,” ujar Mardi Prihartini, kabag Humas dan Protokol, Pemkot Probolinggo, Jumat (31/5).

Kajian yang dilakukan yaitu penataan kawasan kumuh di Mayangan melalui program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Bahkan, sampai saat ini proses appraisal pun belum dilakukan. Sehingga, belum dipastikan kapan dilakukan proses ganti untung.

Pemkot Probolinggo sendiri sejak Februari 2019 telah menyosialisasikan kepada warga di Mayangan tentang rencana penataan kawasan Mayangan. Rencananya, kawasan Mayangan akan ditata menyerupai konsep Pantai Losari di Makassar.

Untuk rencana penataan ini, Kementerian PUPR menganggarkan Rp 30 miliar dan masuk dalam program Kotaku. Penataan difokuskan di sekitar jalan Lingkar Utara.

Rencana penataan ini, diperkirakan akan berdampak kepada warga di sekitar JLU. Sebab, rumah warga sepanjang 25 meter dari JLU ke selatan akan terkena program penataan. (put/hn)