Menyeberang, Honda Beat Tertabrak Vixion di Suwayuwo, 3 Terluka

SUKOREJO–Tiga orang harus mendapat perawatan intensif di  IGD RS Prima Husada, di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo. Itu, setelah dua motor terlibat tabrakan di jalur Malang-Surabaya masuk Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Minggu (9/6) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 20.30. Kecelakaan itu bermula saat motor Honda Beat N 2722 OT yang dikendarai  M. Naim, 52, mebonceng Zakiyatul Khusnah, 13, melaju dari arah utara ke selatan.

BARANG BUKTI: Dua motor yang terlibat kecelakaan di Suwayuwo, Sukorejo diamankan petugas. (Rizal Syatori/ Radar Bromo)

Saat sampai di lokasi kejadian, motor yang ditumpangi dua warga Dusun Menggeng, Desa Kenduruhan, Kecamatan Sukorejo itu hendak menyeberang. Dengan memanfaatkan u-turn atau penggal jalan. Motor itu lantas menyeberang ke arah barat.

Diduga saat menyeberang, pengendara Honda Beat tak memerhatikan kondisi sekitar. Sebab, saat itu juga melaju motor Yamaha Vixion N 3091 TBD dengan kecepatan tinggi dari arah selatan ke utara yang dikendarai Fathul Bari Aan, 22, asal Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen.

“Motor Honda Beat-nya posisi nyeberang di penggal jalan, ke arah barat dari arah utara. Karena pengendaranya kurang hati-hati, akhirnya tertabrak dari samping motor Yamaha Vixion berjalan dari selatan ke utara,” jelas Kaposlantas Sukorejo Aiptu Hardiono.

Usai tabrakan, ketiga pengendara motor pun terpental. Ketiganya pun langsung dievakuasi ke IGD RS Prima Husada, di Desa Lemahbang, Kecamatan Sukorejo.

Untuk pengendara motor Yamaha Vixion-nya alami luka bibir memar dan kaki kiri lecet. Sedangkan pengendara Honda Beat-nya luka kaki kiri lecet, tumit kaki kiri robek. Sementara yang dibonceng Honda Beat alami luka pada dahi kiri benjol, lutut kaki kanan lecet.

Tak hanya itu, kedua motor yang terlibat kecelakaan juga langsung diamankan di Poslantas Sukorejo. Kedua motor sama-sama alami kerusakan.

“Kedua motornya terlibat laka lantas ini kami amankan sebagai barang bukti di poslantas. Posisi pengendara motor Honda Beat kurang menguntungkan,” beber Hardiono. (zal/mie)