Dongkrak PAD dari RPH, Ini Upaya Pemkab Probolinggo

DRINGU – Pemkab Probolinggo berusaha terus menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rumah Potong Hewan (RPH). Tahun ini, targetnya sekitar Rp 165 juta. Realisasinya, hingga April mencapai sekitar 30 persen.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) setempat melalui Kasi Kesmavet Nikolas mengatakan, pihaknya terus berusaha menaikan target. Tujuannya, tentu saja agar PAD dari RPH terus meningkat.

“Itu, terus kami lakukan. Kami memaksimalkan tenaga yang ada agar bisa mencapai target,” katanya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, selain memaksimalkan SDM, pihaknya juga mengimbau kepada para peternak agar tidak memotong hewan di luar RPH. Sebab, jika itu dilakukan akan menurunkan PAD.

“Selama ini masih marak pemotongan sapi di luar RPH. Karena itu, biasanya target PAD tidak terpenuhi. Karena itu, kami terus memberikan pemahaman agar itu tidak dilakukan lagi,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Bromo, PAD dari RPH setiap tahunnya tidak tetap. Kadang naik, juga kadang turun. Pada 2016 misalnya, targetnya Rp 179.500.000 dan terealisasi Rp 179.020.000. Artinya, pada tahun itu target tidak tercapai.

Pada 2017, target dinaikan menjadi Rp 215 juta. Dari target itu tercapai Rp 164.900.00. Meskipun target naik, namun realisasi menurun dari tahun sebelumnya.

Tahun berikutnya, yaitu 2018 target diturunkan menjadi Rp 179 juta. Realisasinya sekitar Rp 198 juta. Target terlampaui dari tahun sebelumnya.

Nah, tahun ini target PDAM malah diturunkan lagi menjadi sebesar Rp 165 juta. “Kami berupaya keras untuk mencapai target. Ini, target kami turunkan dari tahun lalu. Tetapi, nanti di PAK kemungkinan akan kembali dinaikkan,” tandasnya. (sid/hn)