Dari 340 Desa, Baru 13 Desa di Kabupaten Pasuruan Lunasi 100 Persen

PASURUAN – Sampai kuartal pertama atau akhir April lalu, penerimaan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 14,4 miliar. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 13 desa di 3 kecamatan yang sudah lunas 100 persen.

Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, secara persentase penerimaan, sampai kuartal pertama memang masih tercatat 21,22 persen dari target Rp 68 miliar. Namun, realisasi ini lebih baik dari tahun sebelumnya.

“Sampai kuartal pertama ini realisasi sudah mencapai 21,22 persen. Hal ini cukup bagus jika dibandingkan kuartal pertama tahun lalu yang di bawah 10 persen,” terangnya.

Dikatakan Syafi’i, tahun ini BKD Kabupaten Pasuruan memang mempercepat pemberian Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) mulai Februari lalu. Namun, deadline pembayaran PBB juga dipercepat hingga 31 Juli. Lebih cepat sebulan daripada tahun lalu.

Syafi’i menambahkan, kendati masih 21 persen, sejauh ini memang ada tren wajib pajak baru membayar mendekati ketika menjelang batas akhir. “Sehingga, prediksi pembayaran bakal meningkat pada bulan Juli saat menjelang deadline tanggal 31 Juli,” terangnya.

Kendati begitu, tercatat sudah ada 13 desa yang masyarakatnya sudah lunas 100 persen. Yaitu, 6 desa di Kecamatan Tosari; 6 desa di Kecamatan Lekok, dan 1 desa di Kecamatan Rejoso.

Dengan sisa waktu kurang lebih 2 bulan, BKD Kabupaten Pasuruan menargetkan pembayar PBB bisa mencapai 80 persen sampai deadline nanti. “Sebelumnya biasanya kepatuhan saat deadline mencapai 60-70 persen. Namun, tahun ini kita coba target lebih tinggi saat deadline,” terangnya.

Sedangkan setelah itu, wajib pajak dikenakan denda 2 persen per bulannya. Dengan realisasi sementara ini, BKD Kabupaten Pasuruan tetap optimistis bahwa target penerimaan PBB bisa tercapai sampai akhir tahun nanti. (eka/fun)