Sejak Januari-Maret, Ada 42 Penderita HIV/AIDS Baru di Kab Probolinggo

KRAKSAAN – Angka kasus HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Dalam tiga bulan awal tahun 2019 ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten menemukan 42 penderita HIV/AIDS baru.

Dari 42 penderita, sebanyak 17 orang di antaranya berakhir meninggal. Jika dirata-rata, maka tiap bulan ada sekitar 6 orang penderita HIV/AIDS meninggal dunia.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, data temuan 42 kasus HIV/AIDS dalam tiga bulan (Januari-Maret) sesuai laporan dari puskesmas ataupun rumah sakit. Data yang dicatat Dinkes sejak tahun 2000, total penderita HIV/AIDS di Kabupaten Probolinggo mencapai 1.717 penderita atau biasa disebut ODHA (orang dengan HIV/AIDS). Dari sebanyak kasus itu, 1.254 penderita masih hidup dan sekitar 506 penderita meninggal.

Mengacu pada grafik kasus HIV/AIDS yang tercatat Dinkes Kabupaten Probolinggo, kasus tertinggi terjadi pada tahun 2013 dan 2014. Penderita HIV/AIDS itu didominasi oleh kaum pria yang mencapai sekitar 55,5 persen.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr Anang mengatakan, kasus HIV/AIDS terus dilakukaan pendataan, sesuai hasil temuan. Dimana, dalam tiga bulan awal tahun ini, ditemukan 42 kasus HIV/AIDS. Sebanyak 25 penderita masih hidup dan 17 penderita sisanya tidak dapat diselamatkan.

”Sebanyak 17 penderita HIV/AIDS itu meninggal karena saat ditemukan dalam kondisi kesehatan drop. Sehingga, untuk dilakukan penanganan sulit untuk berhasil,” terangnya.

Anang menjelaskan, kasus HIV/AIDS masih menjadi virus yang mematikan dan menakutkan. Tetapi, bukan berarti masyarakat harus menjauhi ataupun mengucilkan penderita tersebut. Justru penderita HIV/AIDS itu membutuhkan dukungan dan semangat dari masyarakat, khususnya orang terdekat.

Virus HIV/AIDS, kata dr Anang, tidak menular hanya karena berkumpul ataupun berdekatan. Virus HIV/AIDS itu, akan menular melalui tiga cara yaitu hubungan seksual, transfusi darah, dan melahirkan.

”Memang HIV/AIDS itu mematikan. Tapi, setidaknya ada proses yang bisa dilakukan untuk menguatkan daya tahan tubuh untuk tetap bisa bertahan. Selain itu, ada dorongan semangat untuk sembuh dari orang sekelilingnya,” katanya. (mas/fun)