Revitalisasi 4 Pasar Tradisional, Baru Siapkan Pengajuan Lelang

KRAKSAAN – Rencana Pemkab Probolinggo merevitalisasi empat pasar tradisional terus dimatangkan. Perencanaan dari konsultan proyek dengan anggaran Rp 5,6 miliar ini baru rampung.

Karenanya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo baru mempersiapkan pengajuan lelang ke unit layanan pengadaan (ULP). “Sumber anggaran revitalisasi empat pasar tradisional dari dana alokasi umum dan dana alokasi khusus. Total anggaran sekitar Rp 5,6 miliar,” ujar Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi.

Empat pasar itu adalah Pasar Sore Kraksaan Wetan, Pasar Bucor Pakuniran, Pasar Besuk, dan Pasar Lumbang, yang sempat gagal lelang tahun kemarin. Anggaran untuk revitaliasi setiap pasar tidak sama. Pasar Lumbang dialokasikan Rp 2,3 miliar dan Pasar Sore Kraksaan Wetan dianggarkan Rp 1 miliar.

Sedangkan, Pasar Bucor Pakuniran dan Pasar Besuk sama-sama dianggarakan Rp 1,3 miliar. Mahbub mengatakan, revitalisasi pasar tradisional ini sesuai komitmen Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Setiap tahun, harus ada pasar daerah yang diperbaiki agar tidak dikalahkan dengan pasar modern. “Alhamdulillah hampir semua pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo sudah direvitalisasi,” ujarnya.

Mahbub mengaku, terkait rencana pembangunan empat pasar ini, pihaknya baru menyelesaikan tahap perencanaan. Saat dokumen perencanaan dari konsultan sudah siap, baru diajukan ke ULP untuk dilelang. “Target rehab pasar itu harus rampung sebelum akhir tahun anggaran. Karena itu, pemenang lelang juga harus siap dengan rencana waktu pengerjaan revitalisasi pasar itu,” ujarnya. (mas/rud)