Rencana Rest Area di Terminal Bayuangga Terkendala Lahan

KANIGARAN – Rencana pengembangan rest area di sekitar Terminal Bayuangga di Kota Probolinggo masih belum ada kepastian. Sejauh ini rencana pembangunan ada kendala terkait tanah yang rencananya digunakan rest area, masih digunakan oleh warga.

Rest area di terminal Bayuangga ini rencananya digunakan untuk menampung produk UMKM. Sehingga, produk lokal bisa terangkat.

“Masih belum pasti soal rencana pembangunan rest area itu. Mengingat sempat terkendala lahan aset yang digunakan oleh warga,” ujar Gatot Wahyudi, kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo saat dikonfirmasi akhir Mei lalu.

Sampai saat ini, masalah aset tersebut belum bisa dipastikan. “Tapi, kalau untuk Detail Engineering Design (DED), info dari Dinas PUPR sudah selesai,” tambahnya.

Mantan Kabaghumas dan Protokol Pemkot Probolinggo ini mengaku, belum tahu pasti kapan akan dilakukan pembangunan rest area tersebut. Peran DKUPP dalam hal ini adalah mengakomodasi penempatan pedagang setelah proses pembangunan selesai.

“Peran kami di sini dalam hal penempatan pelaku UMKM di rest area,” jelasnya.

Rencana Pembangunan rest area ini telah berlangsung cukup lama. Awalnya akan menggunakan aset Pemkot Probolinggo di lokasi pusat oleh-oleh Ketapang. Kendalanya, area tersebut sudah ditempati warga untuk berjualan.

Alternatif baru adalah membangun rest area di dekat Terminal Bayuangga. Selain untuk tempat penjualan produk UMKM, rencananya rest area juga menjadi tempat istirahat. (put/fun)