Relokasi Rumah yang Terkena Bencana Banjir di Tiris Terhambat Izin Lahan Perhutani

TIRIS – Rencana Pemkab Probolinggo merelokasi lima rumah korban terdampak bencana banjir bandang belum terealisasi. Sejauh ini, pengajuan izin lahan kepada Perhutani di Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, belum turun. Karenanya, pemkab tidak dapat berbuat banyak.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan rumah korban bencana di Desa Andungbiru. Setiap rumah dialokasikan sekitar Rp 30 juta atau dua kali dari alokasi rehab rumah tidak layak huni (RTLH).

“Melalui pergeseran anggaran kami sudah siapkan anggaran kegiatan relokasi rumah terdampak banjir di Andungbiru. Secara bertahap kami alokasikan untuk lima unit rumah dulu,” katanya.

Namun, diakui Prijono, pihaknya tidak bisa langsung pembangunannya. Sebab, izin lahan Perhutani yang akan digunakan belum turun. Padahal, pihaknya sudah mengajukan surat resmi untuk pemakaian lahan Perhutani itu. “Kami menunggu persetujuan Perhutani. Karena tidak mungkin rumah itu dibangun di lahan yang tidak ada kejelasan statusnya,” ujarnya.

Sementara itu, Komunikasi Perusahaan (Komper) Kantor Perhutani Probolinggo Tumin mengatakan, pengajuan izin itu belum ada jawaban dari kantor Perhutani Surabaya. Surat pengajuan dari Pemkab sudah masuk dan diajukan ke kantor Surabaya.

“Surat pengajuan dari Pemkab sudah masuk dan sudah dilanjutkan ke pimpinan di Surabaya. Kami juga menunggu keputusan dari pimpinan di kantor Surabaya,” ujar pria yang juga kepala Sub Seksi Pengelolaan Hutan Masyarakat Kantor Perhutani Probolinggo itu. (mas/fun)