Penambahan Bangunan Cagar Budaya Terkendala Tim Ahli, BPCB Sarankan Hal Ini

PROBOLINGGO – Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim menyarankan kepada Pemerintah Kota Probolinggo untuk meminjam tim ahli untuk melakukan kajian terhadap cagar budaya Kota Probolinggo. Hal ini, disebabkan Kota Probolinggo terkendala tidak adanya tim ahli.

LAWAS: Sudut bangunan SDK Mater Dei di Jalan Suroyo. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Tim ahli ini dibutuhkan untuk mengkaji 7 usulan cagar budaya yang sudah diajukan sejak tahun 2016. Jika memang belum memiliki, banyak alternatif yang bisa dilakukan Pemkot Probolinggo.

“Sebenarnya untuk tim ahli yang mengkaji cagar budaya tidak harus setiap daerah memiliki 1 tim ahli sendiri. Bisa dengan meminjam tim ahli dari Jawa Timur,” ujar Andi Muhammad Said, kepala BPCB Jawa Timur.

Said membenarkan bahwa sebelum ditetapkan dalam Perwali, cagar budaya harus dikaji oleh tim ahli. Nah, tim ahli tersebut harus memiliki latar belakang secara akademis terkait nilai sejarah, arkeologi bangunan cagar budaya. “Tetapi tidak harus menyiapkan sendiri tim ahli,” ujarnya.

Hal ini diamini oleh Tutang Heru Aribowo, kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo beberapa waktu lalu. Pemkot Probolinggo telah meminjam tim ahli cagar budaya untuk melakukan kajian atas 7 usulan cagar budaya.

“Sudah kami lakukan untuk meminjam tim ahli cagar budaya. Dan, saat ini masih berproses,” ujarnya.

Sejak tahun 2016, Pemkot Probolinggo telah mengajukan 7 usulan cagar budaya untuk masuk dalam Peraturan Wali Kota. Tujuh usulan tersebut antara lain Aula Polresta Probolinggo, Kompleks Polresta Probolinggo, Markas Polisi Militer, SDK Mater Dei, Hotel Tentrem, Suster Santa Perawan Maria, Rumah Potong Hewan Mangunharjo,

“Untuk Klenteng Sumber Naga memang belum masuk dalam usulan 7 cagar budaya untuk masuk dalam perwali. Statusnya adalah diduga bangunan cagar budaya, tapi perlakuannya tetap sama dengan bangunan cagar budaya yang telah masuk dalam perwali,” jelasnya. (put/fun)