Pemkot Pasuruan Klaim Angka Kemiskinan Menurun

PURWOREJO – Pemkot Pasuruan mengklaim tingkat kemiskinan di Kota Pasuruan terus menurun. Saat ini, tingkat kemiskinan disebutkan sudah berada di bawah tingkat kemiskinan nasional. Pemkot menyebut, kondisi ini tidak terlepas dari program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Pasuruan Adri Joko Srijono mengungkapkan, jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan terus menurun. Terakhir, kemiskinan di Kota Pasuruan tinggal 7,4 persen.

Ia merinci, dari hasil pendataan pemkot, jumlah penduduk miskin di Kota Pasuruan pada 2016 sebanyak 48.423 jiwa, sementara pada 2017 menurun menjadi 40.253 jiwa. Dan, pada 2018 lalu penduduk miskin tinggal tersisa 16 ribu jiwa.

“Selama tiga tahun terakhir, kemiskinan berhasil kami tekan. Jumlah penduduk miskin pun terus menurun setiap tahunnya. Saat ini tersisa sekitar 16 ribuan jiwa,” ungkapnya.

Adri Joko menjelaskan, upaya penanggulangan kemiskinan ini dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Misalnya, mengadakan program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

Kemudian, melalui bantuan pusat melalui Program Keluarga Harapan (PKH) yang menempel di Dinas Sosial. Kemudian program pengentasan kawasan kumuh melalui pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang ada di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Menurutnya, pemkot terus berupaya agar program penanggulangan ini tepat sasaran pada penduduk miskin di Kota Pasuruan. Pihaknya pun meminta agar penduduk di Kota Pasuruan yang merasa miskin, untuk melapor ke kantor kelurahan.

“Kami tetap butuh kerja sama dari masyarakat. Jika mereka memang miskin dan berasal dari keluarga tidak mampu, mereka bisa melapor agar tepat sasaran,” jelasnya. (riz/rf)