Koperasi Mitra Perkasa Digugat ke Pengadilan Niaga

MAYANGAN – Masalah yang membelit Koperasi Serba Usaha Mitra Perkasa (KSU-MP) Jawa Timur, tak kunjung usai. Selain dilaporkan ke Polres Probolinggo Kota, sejumlah anggotanya juga mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Surabaya.

Ada dua anggota yang mengajukan gugatan ke Pengadilan Niaga Surabaya. Yakni, Suroso dan Sunarmi. Mereka menggugat KSU-MP dengan menunjuk Abdul Wahab Adinegoro sebagai penasihat hukumnya. “Kami sudah mengajukan permohonan pailit ke Pengadilan Niaga Surabaya, Senin (20/5),” ujar Abdul Wahab.

Menurutnya, jalan ini ditempuh agar duit milik anggota atau nasabah yang nyantol di koperasi bisa kembali. Sebab, selama ini kasus ini tidak jelas dan meresahkan nasabah. Tanggung jawab Welly Sukamto, sebagai ketua koperasi juga tidak jelas. “Membayar pun tidak. Bahkan, Pak Welly tidak pernah berjanji kapan uang nasabah mau dicairkan,” ujarnya.

Karena ketidakpastian itu, akhirnya dua anggota koperasi mengajukan permohonan kepailitan ke pengadilan. Menurut Wahab, langkah ini bukan hanya untuk kliennya. Namun, demi kenyamanan seluruh anggota koperasi. Sebab, jika nanti pengadilan menyatakan koperasi ini pailit, maka uang nasabah akan terbayar.

Wahab menjelaskan, Pengadilan Niaga bisa menunjuk sejumlah orang sebagai kurator. Mereka yang akan mengambil alih koperasi. Posisi kurator berada di tengah. Tidak condong ke pengurus atau ke anggota koperasi. “Kurator itu yang akan menyelesaikan persoalan di koperasi,” ujarnya.

Di antaranya, menghitung dan mengidentifikasi kekayaan dan pituang koperasi seperti aset yang dimiliki. Kurator juga yang akan menagih piutang koperasi atau dana yang dipinjam nasabah. “Kurator ini nantinya yang akan menelusuri,” katanya.

Termasuk yang akan menjual aset yang hasilnya akan dibayarkan kepada nasabah. Begitu juga dengan piutang. Kurator itulah yang akan menagih kepada peminjam. Begitu juga dengan persoalan dana anggota yang tidak cair. “Kurator yang akan menyelesaikan persoalan di koperasi. Kalau diurus pengurus koperasi, tidak akan selesai sampai kapan pun,” ujarnya.

Namun, terkait gugatan ini, Ketua KSU-MP Jatim Welly Sukamto belum berhasil dimintai keterangan. Namun, salah satu pengurus koperai Alwasis mengatakan, hal serupa juga pernah dilakukan salah satu nasabah asal Kabupaten Lumajang. Tapi, akhirnya ditolak oleh pengadilan. “Itu, sudah pernah dilakukan nasabah Lumajang. Tapi, ditolak Pengadilan Niaga,” ujarnya. (rpd/rud)