Kebut Pengerjaan Sudetan Imbas Tol Gempas di Sadengrejo Rejoso

REJOSO – Proyek pengerjaan sudetan dan underpass di Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, terus dikebut. Saat ini pelaksana masih berupaya agar pengerjaan fisik proyek terimbas tol itu segera rampung. Ditargetkan, proyek fisik ini bisa selesai sebelum 2019 berakhir.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, proyek fisik masih terus berlangsung. Sejumlah pekerja dan alat berat pun tampak masih berada di lokasi di dekat jalur overpass Desa Sadengrejo untuk menggarapnya. Untuk sementara, proyek fisik baru tahap pengerjaan box culvert.

Humas PT Jasamarga Gempol Pasuruan Rudi Purwanto mengungkapkan, proyek fisik sudetan dan underpass di Desa Sadengrejo, Kecamatan Rejoso, terus dilakukan. Sejauh ini, pengerjaan sudetan berupa box culvert sudah hampir selesai dan masuk tahap finishing.

Rudi –sapaan akrabnya – menjelaskan, PT Jasamarga Gempol Pasuruan sendiri berkomitmen untuk memenuhi tuntutan masyarakat Sadengrejo. Yakni, underpass dibangun dengan ukuran lebar 3 meter dan tinggi 2 meter. Sementara sudetan bakal dibangun di sisi timur underpass dengan lebar 1,5 meter.

“Proyek fisik ini digarap oleh PT Pembangunan Perumahan (PP). Sesuai kontrak, proyek fisik ini rampung dalam waktu satu tahun. Namun, kami menargetkan akhir 2019 ini, pengerjaannya sudah rampung. Sudetan tinggal polesan akhir saja,” ungkap Rudi.

Tokoh Masyarakat Desa Sadengrejo Hudan Daldiri menyebut, pemdes dan masyarakat Desa Sadengrejo sangat mengapresiasi langkah dari PT Jasamarga Gempol Pasuruan yang sudah memenuhi permintaan warga. Pihaknya pun berharap proyek fisik box culvert dan sudetan sesuai dengan tuntutan.

Sejauh ini, ia masih belum bisa berkomentar banyak. Pasalnya proyek fisik di lapangan masih berlangsung. Warga masih menunggu pengerjaan box culvert dan sudetan rampung dahulu untuk mengetahui dampaknya pada masyarakat.

“Kami masih menunggu pengerjaan box culvert selesai dan rapi dahulu. Termasuk, rencana dari PT Jasamarga Gempol Pasuruan yang juga menjanjikan pengerjaan normalisasi sungai Sadengrejo dan sudetannya sebagai penanggulangan masalah banjir,” sebut Hudan. (riz/rf)