Kasus Kematian Ibu dan Bayi Bermunculan, Januari-April Ditemukan 5 Kasus

BANGIL – Kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Karena faktanya, kasus demi kasus kematian ibu dan bayi masih bermunculan.

Seperti rentetan kasus yang terjadi antara Januari hingga April 2019. Setidaknya, ditemukan kasus kematian ibu sebanyak 5 kasus. Sementara kasus kematian bayi, mencapai 56 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Agung Basuki mengakui, masih ditemukannya kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Pasuruan. Munculnya kasus demi kasus kematian ibu dan bayi itu, dipengaruhi beberapa faktor.

Selain imbas keracunan kehamilan, pendarahan saat persalinan, gagal napas, serta berat badan bayi yang jauh dari ideal, menjadi faktor penyebab kematian ibu dan bayi. Di samping berbagai faktor lain yang menjadi pemicu kasus kematian ibu dan bayi itu.

Meski begitu, jumlah kasus kematian bayi di Kabupaten Pasuruan relatif turun dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2018 lalu misalnya. Setidaknya terdapat kematian ibu sebanyak 28 kasus. Sementara kasus kematian bayi, lebih tinggi lagi. Mencapai 135 kasus.

“Memang ada kasus kematian ibu dan bayi tahun ini. Tapi, jumlahnya cenderung menurun,” jelasnya.

Hal itu, tak lepas dari upaya yang dilakukan pemkab. Salah satunya, dengan mengedukasi masyarakat akan pentingnya hidup sehat. Khususnya, bagi ibu hamil dan menyusui agar rajin melakukan pemeriksaan kesehatan diri dan anaknya. (one/fun)