Jika Tak Mampu Tangkap Pelaku Utama Pembunuhan, Mapolsek Tongas Diminta untuk Pindah

TONGAS – Aksi perusakan dan pembakaran rumah di Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, memang menuntut agar polisi segera menangkap Suroso, 27. Nama terakhir yang disebut dituding menjadi pelaku utama pembunuhan M Fahrur Rozi, 24, saat malam takbiran lalu.

Selain tuntutan agar segera menangkap Suroso, warga juga meminta agar Mapolsek Tongas dipindah saja. Sebabnya, selama ini mapolsek menempati tanah kas milik Desa Tongas Wetan. Tuntutan itu disuarakan, bila mapolsek Tongas tak bisa menangkap Suroso.

Atas tuntutan warga tersebut, Kapolsek Tongas AKP Tavib saat dikonfirmasi media ini menegaskan bahwa aparat kepolisian sampai saat ini sedang menangani kasus tersebut. Namun dia tidak membeber detail, bagaimana posisi kasus tersebut. Termasuk soal Suroso, yang dituding menjadi pelaku utama.

Pun demikian dengan perusakan rumah Suroso. Insiden tersebut berlangsung singkat. Pasalnya anggota berhasil membubarkan massa yang ada. “Sebentar kok mas. Sekitar pukul 22.00 malam mereka sudah bubar. Dan untuk yang dibakar itu sampah kok mas, bagian belakang dapur. Udah ditangani juga. Rumahnya juga masih utuh,”” terangnya.

Selain itu menyikapi persoalan polsek yang akan dipindahkan, AKP Tavib membenarkan jika tanah yang digunakan adalah tanah kas desa. Namun warga ataupun kepala desa setempat, kata kapolsek, tidak bisa seenaknya langsung memindahkan begitu saja.

“Ini prosesnya lama. Apalagi kami akan masih terus lakukan penyelidikan. Lebih lagi yang bisa lakukan penggusuran kan Bupati, bukan kepala desa,” tegasnya.

Hasil pantauan media ini jelang pagi hari, setidaknya ada dua rumah yang rusak. Yakni rumah Suroso yang alami kerusakan cukup parah dan rumah kerabatnya yang bersampingan. Hanya saja kerusakannya tak parah.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah mewarnai malam takbiran, Selasa (4/6) di Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. M. Fahrur Rozi, 24, dibacok dua anggota geng pemuda, saat sedang mayoran dengan teman-temannya.

Korban pun langsung dilarikan ke IGD RSUD Tongas oleh rekan-rekannya, sesaat setelah kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong. Saat sampai di IGD, warga RT 14/RW 06, Kelurahan Tongas Wetan itupun, meninggal dunia dengan luka bacok di dada. Atas insiden itu, polisi sudah mengamankan dua orang yang diduga sesebagai pelakunya. Mereka adalah Misbahul Munir, 18, warga Desa Tongas Wetan dan Ayi, 18, warga Desa Tongas Kulon. (rpd/mg1/fun)