Empat Bulan, Potong 1.900 Sapi di RPH Probolinggo

DRINGU – Sepanjang 2019, Pemkab Probolinggo menargetkan pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) mencapai 8.272 ekor. Hasilnya, hingga 30 April 2019, baru 1.900 ekor sapi yang dipotong di RPH. Namun, Pemkab optimistis target itu akan tercapai.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Endang Sriwahyuni melalui Kasi Kesmavet Nikolas mengatakan, tahun ini ada penurunan jumlah pemotongan di RPH. Penurunan terjadi diakibatkan adanya pemotongan di luar RPH. “Padahal kami sudah melakukan sosialisasi rutin. Tapi, tetap saja ada yang melakukan,” ujarnya.

Selain itu, juga adanya larangan pemotongan ternak ruminansia betina produktif. Larangan ini langsung diawasi oleh kepolisian. Jika melanggar, akan berurusan dengan penegak hukum dan ada pidananya. “Tapi itu tidak masalah. Kami harus tetap memompa untuk bisa mencapai target,” ujarnya.

Beragam upaya dilakukan untuk meningkatkan pemotongan di RPH. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi. “Kami terus meminta masyarakat agar selalu memotong di RPH,” ujar Nikolas.

Pihaknya juga mencukupi sarana prasarana dan meningkatkan pelayanan RPH. Sehingga, para pengusaha bisa nyaman dan memotong ternaknya di RPH. “Kami juga meningkatkan SDM (sumber daya manusia) RPH. Serta, melakukan pengawasan dan pembinaan kepada para jagal di luar RPH. Dengan demikian, kami yakin masyarakat semakin sadar dan memotong ternaknya di RPH,” ujarnya.

Hal ini juga berkaitan dengan target pendapatan asli daerah (PAD) dari RPH. Tahun ini, dari RPH ditarget dapat memperoleh PAD Rp 165 juta. Namun, hingga April lalu baru tercapai sekitar 30 persen. “Kami memaksimalkan tenaga yang ada agar bisa mencapai target,” ujar Nikolas.

Berdasarkan data yang didapat Jawa Pos Radar Bromo, PAD RPH setiap tahunnya tidak tetap. Pada 2016, ditargetkan memperoleh Rp 179.500.000. Tapi, hanya terealisasi Rp 179.020.000.

Pada 2017 ditarget mendapatkan Rp 215 juta. Hasilnya hanya mendapatkan Rp 164.900.000. Tahun 2018, targetnya diturunkan menjadi Rp 179 juta. Syukur, bisa terealisasi Rp 198 juta. Nah, tahun ini hanya ditarget mendapatkan Rp 165 juta. “Kami berupaya keras untuk mencapai target. Ini, target kami turunkan dari tahun lalu. Tapi, nanti di PAK kemungkinan akan kembali dinaikkan,” ujarnya. (sid/rud)