Target Cukai di Probolinggo Naik Rp 55,4 Miliar

KEDOPOK – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Probolinggo menargetkan perolehan cukai tahun 2019 mencapai Rp 870,4 miliar. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 818,291 miliar.

“Tahun ini target cukai meningkat dibandingkan sebelumnya. Lebih tinggi sebesar Rp 55,4 miliar,” ujar Bambang Sutejo, kasie Kepatuhan Internal dan Penyuluhan.

Menurutnya, sumbangan cukai rokok yang masuk ke Kantor Bea Cukai Probolinggo sebagian besar dari Kabupaten Probolinggo. Mengingat wilayah itu merupakan daerah penghasil tembakau.

“Selain itu, wilayah Kabupaten Probolinggo punya pabrik rokok besar. Seperti Gudang Garam dan Sampoerna. Hal ini mendukung tingginya cukai yang masuk dari Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, tingginya cukai dari daerah berdampak pada pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT). Semakin tinggi sumbangan cukai dari daerah, maka DBHCT juga semakin besar.

“Dari tiga wilayah kantor bea cukai Probolinggo, yaitu Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang. Paling besar dari Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Untuk tahun 2018, Kabupaten Probolinggo mendapatkan DBHCT Rp 54 miliar. Kemudian Kabupaten Lumajang sebesar Rp 18 miliar. Sedangkan Kota Probolinggo mendapatkan Rp 13 miliar.

“Kabupaten Probolinggo mendapatkan DBHCT terbesar ke empat di Jawa Timur. Semakin besar sumbangan cukainya, maka DBHCT juga besar,” jelasnya.

Bambang mencontohkan Kabupaten Pasuruan yang sumbangan untuk cukai mencapai Rp 1 triliun. Dampaknya, DBHCT Kabupaten Pasuuran juga terbesar di Jawa Timur. Yaitu, Rp 177,5 miliar. (put/hn)