Target 22.000 Ton, Produksi Garam di Probolinggo Hanya Tercapai 104 Ton

DRINGU – Hingga akhir Mei, realisasi produksi garam di Kabupaten Probolinggo sangat rendah. Dari target produksi tahunan 22.000 ton, baru terealisasi 104,4 ton. Realisasi ini didapat dari empat desa saja.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengatakan, target produksi garam tahun 2018 sebesar 20.000 ton dan realisasinya 23.791,9 ton.

Sedangkan tahun ini, ditarget produksi 22.000 ton garam. Hanya saja, di lima bulan awal tahun ini, capaian produksi garam masih sangat rendah, hanya 104 ton.

”Selama lima bulan ini, untuk sementara panen garam di Desa Kalibuntu 34,9 ton, Desa Asembagus 6,0 ton, Desa Kebonagung dan Sidopekso 63,5 ton. Jadi, total 104,4 ton. Sedangkan desa yang lain persiapan lahan,” katanya.

Meski produksi garam masih rendah, diakui Dedy, pihaknya optimistis bisa mencapai target tahun ini. Sebab, Kabupaten Probolinggo memiliki 453 petambak yang tergabung dalam 54 kugar dengan luas lahan 315 ha. Apalagi, saat ini mulai memasuki musim kemarau. Sehingga, target 22 ribu ton garam akan tercapai.

”Ini kan lima bulan awal tahun musim hujan. Jadi, sulit bagi petambak memproduksi garam. Sekarang sudah mulai persiapan produksi garam. Sebab, masuk musim kemarau,” tuturnya.

Meski demikian, dikatakan Dedy, perlu diwaspadai terjadi musim kemarau basah. Karena kondisi cuaca itu berpengaruh pada hasil produksi garam. Yaitu, kala hujan masih turun di saat musim keramau.

”Semoga saja, musim kemarau tahun ini mendukung. Tidak turun hujan lagi yang bisa merusak produksi garam,” ungkapnya. (mas/hn)