Revitalisasi Pasar Besar, Ini Rencana Pemkot Pasuruan

PANGGUNGREJO – Rencana Pemkot Pasuruan untuk merevitalisasi Pasar Besar di Kota Pasuruan terus dimatangkan. Pemkot setempat berencana kembali mengajukan anggaran revitalisasi Pasar Besar pada pemerintah pusat melalui dana alokasi keuangan (DAK) pada 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, untuk merevitalisasi Pasar Besar, butuh anggaran tak sedikit. Lantaran itu, paling realistis adalah mengajukan anggaran pada pemerintah pusat.

“Kalau menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Pasuruan, jelas tidak memungkinkan. Sebab, revitalisasinya membutuhkan anggaran yang sangat besar,” ungkap Ayik –sapaan akrab Muallif Arif-.

Dari hasil perencanaan yang dilakukan tim aset dan keuangan, revitalisasi itu membutuhkan anggaran sedikitnya Rp 100 miliar. Karena itu, jika terlaksana, revitalisasi ini dilakukan secara multiyears atau bertahap.

Pada 2018 lalu, Pemkot Pasuruan sudah mengajukan anggaran rehab Pasar Besar lewat Kementerian Perdagangan RI melalui DAK tahun 2018 lalu. Namun, sayangnya, pengajuan itu tidak gol. Saat itu, DAK yang turun diberikan untuk Pasar Mebel Bukir.

Lantaran itu, tahun depan pemkot kembali mengajukan anggaran rehab. Disebutkan Ayik, rehab Pasar Besar sangat diperlukan. Sebab, Pasar Besar terakhir kali direhab pada 1992 silam.

Rencananya, Pemkot berniat merehab Pasar Besar secara keseluruhan. Baik pasar induk maupun pasar ikan yang terletak di sisi timur.

“Tujuannya, agar Pasar Besar ini menjadi pasar yang sesuai standar nasional Indonesia (SNI). Pasar Besar sudah lama tidak mendapatkan sentuhan rehab. Tahun depan kami bakal ajukan melalui DAK,” sebutnya. (riz/mie)