Relokasi Rel KA Gununggangsir-Sidoarjo Masih Data Lahan Terdampak

AKAN DIPINDAH: Sebuah kereta api melintas di viaduk Gempol, Kabupaten Pasuruan. Jalur KA ini rencananya akan direlokasi dan kini masih tahap pendataan lahan terdampak. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GEMPOL – Rencana relokasi rel kereta api (KA) sepanjang 28 kilometer antara Gununggangsir-Sidoarjo, lama tak ada kabarnya. Setelah sekitar dua tahun vakum, kini kembali dilanjutkan. Sejauh ini masih proses pendataan lahan terdampak relokasi.

Camat Gempol M. Ridwan mengatakan, rencana relokasi rel KA itu kini dalam proses pengumpulan data lahan terdampak. Di Kabupaten Pasuruan, mencapai ratusan bidang yag tersebar di empat desa di Kecamatan Gempol. Yakni, Desa Legok, Gempol, Kejapanan, dan Carat.

“Rencana relokasi rel KA Gununggangsir-Sidoarjo tetap ada. Memang sempat terhenti atau jalan di tempat. Sekarang dilanjut lagi dan dalam proses pengumpulan data lahan terdampak,” ujarnya.

Ridwan memastikan, proses relokasi ini terus berjalan dan melibatkan sejumlah instansi. Di antaranya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dirjen Perkeretaapian. Juga pemerintah daerah serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Dulu sudah pernah, tapi sekarang dilakukan kembali mengawali dari awal. Nanti juga berkoordinasi dengan masing-masing warga pemilik lahan serta pemerintah desa,” ujarnya.

Setelah proses ini tuntas, berikutnya akan dilanjut dengan appraisal. Menurutnya, jika relokasi rel KA ini jadi, ke depan KA tidak akan melintas di Porong atau tepi lumpur Sidoarjo. Melainkan, akan digeser melintasi jalur baru. Yakni, setelah Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan akan tembus ke Krembung, Tanggulangin, Tulangan, Tarik, dan Sidoarjo.

“Proses dan tahapan demi tahapannya masih panjang dan butuh waktu cukup lama. Perkiraan jika semuanya lancar, realisasi pembangunan fisiknya pertengahan 2020 atau 2021,” ujarnya. (zal/fun)