Massa Rusak-Bakar Rumah Warga yang Dituding Pelaku Utama Pembunuhan di Tongas

MASSA MARAH: Rumah Suroso yang Jumat (7/6) malam lalu dirusak ratusan massa. Suroso dituding menjadi otak pelaku penganiayaan M Fahrur Rozi, yang akhirnya meregang nyawa saat malam takbiran lalu. (Foto: Istimewa)

Related Post

TONGAS – Peristiwa penganiayaan yang berakhir dengan tewasnya M. Fahrur Rozi, 24, saat malam takbiran lalu, berbuntut panjang. Meski kepolisian sudah menangkap dua pelaku pembunuhan pemuda Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo tersebut, massa masih emosi. Penyebabya, polisi dituding belum menangkap otak pelaku utamanya.

Akibatnya, Jumat (7/6) malam lalu, ratusan massa mendatangi rumah Suroso, 27, warga Dusun Kapasan, yang juga berada di Desa Tongas Wetan. Tak hanya mendatangi rumah Suroso. Ratusan massa bahkan sempat membakar dan merusak rumah Suroso. Warga menuding, Suroso adalah orang yang semestinya ikut ditangkap atas tewasnya M Fahrur Rozi.

Informasi yang dihimpun radarbromo.co.id, sebelum melakukan perusakan, Jumat malam itu warga berkumpul di rumah salah satu warga. Selanjutnya warga yang jumlahnya ada sekitar 500 orang tersebut, ditemui Kapolsek Tongas. Warga menuntut kepada pihak Polsek Tongas agar segera menangkap Suroso.

“Kami menuntut agar pelaku utamanya segera ditangkap. Selain itu anggota reskrim polsek juga harus dipindah. Karena kami menduga dia menyembunyikan Suroso. Jika tidak, kami akan minta Polsek yang pakai tanah kas desa pindah,” terang Kepala desa Tongas Wetan, Kasan Nurhadi pada saat dihubungi koran ini.

Adapun dua anggota Satreskrim Polsek Tongas yang dimaksud adalah Bripka RZ dan Bripda DD. Keduanya diminta segera dipindahtugaskan. Sebab kedua anggota tersebut disinyalir merupakan pelindung dari Suroso.

“Apabila Suroso tidak tertangkap, maka kantor Polsek Tongas harus pindah. Karena tanah yang ditempati oleh Polsek Tongas adalah tanah milik Kas Desa Tongas Wetan,” tambah Kades Kasan.

Hingga menjelang pukul 22.00, ratusan massa akhirnya merusak rumah Suroso, dengan memecah kaca depan, sampai-sampai teras rumah dirobohkan oleh warga. Saat itupula amukan warga berlanjut dengan membakar rumah Suroso, meski kemudian berhasil dipadamkan.

Sayangnya Kasan enggan bercerita banyak. Menurutnya saat ini ia pusing dengan kasus yang sedang dialaminya. “Sudah mas, saya pusing,” singkat Kasan sembari mematikan teleponya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa berdarah mewarnai malam takbiran, Selasa (4/6) di Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. M. Fahrur Rozi, 24, dibacok dua anggota geng pemuda, saat sedang mayoran dengan teman-temannya.

Korban pun langsung dilarikan ke IGD RSUD Tongas oleh rekan-rekannya, sesaat setelah kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong. Saat sampai di IGD, warga RT 14/RW 06, Kelurahan Tongas Wetan itupun, meninggal dunia dengan luka bacok di dada. Atas insiden itu, polisi sudah mengamankan dua orang yang diduga sesebagai pelakunya. Mereka adalah Misbahul Munir, 18, warga Desa Tongas Wetan dan Ayi, 18, warga Desa Tongas Kulon. (rpd/mg1/fun)