Dibangun Baru, Ketiga Pasar di Kab Probolinggo Ini Malah Tak Ditempati

KRAKSAAN – Ada beberapa bangunan pasar daerah di Kabupaten Probolinggo yang telah selesai dibangun. Tapi, tidak semua pasar tersebut berkembang. Bahkan, malah menjadi permasalahan baru karena tidak setujunya pedagang untuk menempati pasar yang telah dibangun. Karenanya, beberapa pasar menjadi mangkrak tanpa penghuni.

Seperti yang ada di Semampir, Kecamatan Kraksaan, Tongas, dan juga Kebonagung, yang juga berada di Kecamatan Kraksaan. Di pasar itu ada beberapa lapak yang enggan dihuni pedagang. Alasannya bermacam-macam. Ada yang karena takut tidak laku dan juga ada yang merasa tempat yang disediakan tidak cocok.

Di Pasar Semampir, yang tidak dihuni yaitu di lantai dua. Padahal, di lantai tersebut sangat luas. Namun, nyatanya hanya digunakan sebagai “tempat parkir” amben milik pedagang yang berjualan dilantai satu. Beberapa kali petugas berusaha mengarahkan pedagang agar menempati bangunan tersebut. Tetapi, beberapa kali pula pedagang hanya menempati sebentar.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat Andi Wiroso mengatakan, khusus Pasar Semampir, pihaknya akan membuat kajian ulang. Yaitu,mengenai penataan pasar. Sehingga, lantai dua pasar tersebut bisa ditempati para pedagang.

“Nanti akan kami tata ulang. Sehingga, nanti bisa ditempati. Untuk saat ini kami masih membuat kajian mengenai hal itu,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Andi itu, dulunya para pedagang enggan menempati lantai dua itu alasannya karena jalannya terlaku sempit. Namun, setelah dibangun dan ukurannya cukup lebar, ternyata mereka juga menolak. Alasannya pedagang berubah. Jika dahulu soal ukuran jalan yang sempit, kali ini pedagang khawatir tidak laku.

“Karena itu, kami akan kembali melakukan penataan pasar itu. Tetapi, mau disepakati seperti apa, kami masih akan membahasnya,” katanya.

Sedangkan untuk di pasar lain, ada beberapa bedak yang kosong, menurutnya juga akan dibahas. Kenapa bedak tersebut sampai kosong dan tidak ditempati. “Akan kami bahas juga. Sehingga, semua pasar yang telah dibangun ataupun yang lama termanfaatkan semuanya,” ungkapnya. (sid/fun)