Dari 70 Titik, Normalisasi Saluran Irigasi Baru Tergarap Separo

BANGIL – Tahun ini Pemkab Pasuruan berusaha melakukan normalisasi terhadap 70 irigasi. Namun, sejauh ini baru 36 yang rampung. Alasannya, beragam kendala ditemukan di lapangan. Bukan hanya karena faktor hujan yang sempat terjadi awal tahun. Juga karena kerusakan alat berat yang digunakan dalam proyek.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hanung Widya Sasangka menjelaskan, proses normalisasi tak berjalan mudah. Sebab, ada beberapa kendala di lapangan. Salah satunya banyaknya bangunan liar di sempadan sungai dan membuat proses normalidasi terhambat.

Di samping itu, faktor kerusakan alat juga menjadi ganjalan. Menurut Hanung, ada empat alat berat yang dimiliki instansinya. Namun, tidak semuanya dalam keadaan baik. Baru satu unit yang kondisinya masih fresh. Yang lain sering rusak.

“Sempat ada kerusakan alat berat. Ini yang akhirnya mengganggu pekerjaan. Perbaikannya juga tak mudah. Harus melibatkan pihak-pihak yang ahli dalam bidang tersebut,” ujarnya.

Sejauh ini, kata Hanung, baru 36 titik yang rampung dinormalisasi. Selebihnya masih proses. “Ada sekitar 70 jaringan yang akan kami normalisasi. Tapi, 36 jaringan irigasi yang digarap,” ujarnya. (one/fun)