Bisa Jajal Wisata Edukasi untuk Alternatif sekaligus Pembelajaran

SEJUMLAH destinasi wisata edukasi di Pasuruan-Probolinggo juga tak kalah menarik untuk dikunjungi saat libur Lebaran. Ada beberapa lokasi yang tak hanya menawarkan wahana wisata. Melainkan juga memberikan edukasi mengenai alam.

BAKAL RAMAI: Taman wisata studi lingkungan yang ada di Mayangan, Kota Probolinggo, juga bisa digunakan untuk wisata edukasi. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Misalnya saja, Kebun Pak Budi yang bertempat di Desa Sekarmojo, Kecamatan Purwosari. General Manager Kebun Pak Budi Iksan Khusairi menyebut, pihaknya masih konsisten dalam menyediakan wahana edukasi bagi pegunjungnya. Baik melalui sektor peternakan maupun pertanian.

“Rombongan pengunjung yang datang nanti kami beri paparan materi terlebih dahulu mengenai apa saja yang akan kami kenalkan, baru kemudian kami ajak berkeliling,” ungkap Iksan. Misalnya saja, jenis tanaman kopi.

Sementara itu, Kebun Raya Purwodadi juga tidak kalah menarik untuk dilirik atau hanya sekadar mampir selama ada waktu luang saat libur Lebaran. Berbagai jenis tanaman di sana juga dapat membuka cakrawala pengetahuan baru bagi anak-anak.

Pranata Humas dan Koordinator Pelayanan Jasa dan Pendidikan Lingkungan BKT Kebun Raya Purwodadi Fitria Rizki Wijaya menyampaikan, ada sekitar 11 ribu spesimen tanaman yang tersedia di kebun penelitian yang beralamat di Jalan Raya Surabaya-Malang, Purwodadi tersebut.

“Ada juga taman-taman tematik lama yang kami tata ulang dengan informasi yang lebih detail,” ujar Fitri.

Selain menambah pengetahuan tentang tumbuh-tumbuhan, ada juga kebiasaan pengunjung yang datang saat libur Lebaran. Biasanya, ketika memasuki Lebaran ketupat. Kata Fitri, tingkat kunjungan biasanya akan naik drastis di H+7.

Wisata edukasi juga dapat ditemui di Kota Probolinggo, yakni di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL). Di tempat ini bahkan juga digelar kesenian musik gambus. Kesenian ini akan ditampilkan selama sepekan libur Lebaran.

“TWSL tetap buka seperti biasa. Ada kesenian gambus selama libur Lebaran ini,” ujar Budi Krisyanto, kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Probolinggo.

Budi mengungkapkan, bahwa untuk masyarakat selain bisa melihat koleksi satwa di TWSL, juga bisa memenuhi hobi untuk swafoto. Pasalnya ada beberapa tempat yang disediakan bagi pengunjung untuk berswafoto.

Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, selama Lebaran jumlah pengunjung TWSL meningkat pesat. Bahkan, dalam 1 hari bisa mencapai 500 sampai 1000 pengunjung. “Kalau diakumulasi, selama 1 minggu jumlah pengunjung bisa sampai 7.000-8.000 orang,” ujarnya. (eka/tom/put/fun)