Ada Calistung di PPDB SD Negeri, Dewan Pendidikan Bakal Pantau

PASURUAN – Masih adanya penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kota Pasuruan yang masih ditemui memakai tes membaca, menulis, dan berhitung (calistung), mendapat sorotan dari Dewan Pendidikan (DP) kota setempat. DP Kota Pasuruan masih bersifat hati-hati dengan temuan ini.

Sejauh ini DP masih terus melakukan pemantauan. Jika memang ada tes calistung, DP patut mempertanyakan. Apalagi, ada SD Negeri yang membuka pendaftaran sebelum jadwal yang ditentukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K). Termasuk soal tes wawancara yang di dalamnya juga dibalut tes calistung.

Soal itu, DP juga akan mencari tahu. Masih perlu kami klarifikasi lagi. Buat apa tes tersebut, padahal pendaftaran resmi juga belum dimulai,” terang Samsul Islam, ketua DP Kota Pasuruan.

Apapun dalihnya, tes calistung tidak diperkenankan saat PPDB SD Negeri. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan hanya mewajibkan, sekolah menyeleksi siswa berdasarkan zonasi dan usia siswa. Sehingga, jika ada tes wawancara yang ternyata ada calistung di dalamnya, patut dicari tahu. Apakah tes calistung tersebut digunakan untuk standar pendaftaran.

Samsul mengatakan, tes kemampuan calistung bisa juga sebagai klasifikasi. Sehingga, nanti siswa yang sudah membaca ataupun tidak bisa dipetakan mana yang perlu belajar calistung dulu lebih awal. Namun, seharusnya di tingkat kelas 1 SD, kemampuan membaca, menulis, dan berhitung semestinya tidak menjadi acuan agar siswa bisa diterima sekolah.

“Bagaimana kalau ada siswa yang tidak sekolah TK dan langsung SD. Calon siswa tersebut wajib diterima masuk sekolah bagaimanapun kemampuan meskipun belum bisa calistung,” terangnya. Patokannya, kata Samsul Islam, adalah zonasi dan kategori usia yang sudah diatur oleh Kemendikbud.

Dengan adanya zonasi sekolah yang mewajibkan sekolah harus menerima siswa usia 7 tahun di lingkungan sekolah, maka tes calistung benar-benar tidak boleh dilakukan.

Selain itu, DP Kota Pasuruan juga memberikan catatan bahwa seharusnya TK memang tidak boleh ada pelajaran calistung. “Namun, saat ini ada persaingan antar-TK, bahkan juga tuntutan orang tua agar anaknya bisa calistung. Sehingga, ya mau tidak mau diajarkan juga. Padahal, TK ini adalah masa bermain,” jelasnya.

Dewan Pendidikan, kata Samsul Islam, memastikan tetap akan memantau terkait PPDB termasuk di tingkat SD. “Kalau benar ada temuan siswa yang karena tidak bisa membaca menulis sampai tidak diterima, padahal lokasi rumah dekat dengan sekolah, akan menjadi catatan kami. Tentu kami tak segan langsung turun tangan,” ujarnya. (eka/fun)