Punya 10 RPH, Tapi Jumlah Petugas di Kab Pasuruan Tak Ideal

PASURUAN – Jumlah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Pasuruan mencapai 10 titik, tak berbanding lurus dengan jumlah petugas di RPH. dinilai masih belum ideal. Selain dokter hewan yang masih satu orang dan dibantu Dinas Peternakan, petugas lainnya mengerjakan beberapa pekerjaan.

M. Syaifi, Plt Kepala UPT RPH Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan mengatakan, kendati masih tak ideal atau lengkap sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) RPH, namun kegiatan pemotongan masih tetap bisa maksimal.

“Memang ada beberapa petugas yang sebenarnya masih kurang, utamanya dokter hewan yang masih belum ada di tiap RPH,” terangnya. Untuk 1 RPH idealnya memang ada 7 petugas.

Selain kepala RPH, juga dibutuhkan pemeriksa daging, petugas Asisten Teknis Reproduksi (ATR), keamanan, kebersihan, Juru Sembelih Halal (Juleha), dan dokter hewan penyelia. “Kalau saat ini petugas kebersihan pasti ada, Juleha juga ada, keamanan, pemeriksa daging, termasuk kepala RPH juga ada,” terangnya.

Namun, untuk keamanan dan kebersihan tak semuanya lengkap. Masih ada yang harus dirangkap petugas lain. Termasuk untuk dokter hewan yang ditempatkan di RPH awal tahun ini. Yang bersangkutan mempunyai dokter hewan sendiri, meskipun hanya satu orang dari CPNS akhir tahun 2018 lalu.

“Sebelumnya, dokter hewan diperbantukan dari Dinas Peternakan. Baru awal tahun ini, RPH punya sendiri kendati hanya 1 orang sehingga harus memantau 10 RPH di Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Dari RPH sendiri, dikatakan sudah mengupayakan agar bisa melengkapi petugas di RPH. Selain sudah ada yang pensiun, moratorium beberapa tahun lalu membuat petugas di RPH tidak bisa bertambah. “Harapan kami bisa ada tambahan sesuai SOP RPH. Namun, kebijakan penerimaan PNS tetap ranah pusat sehingga kami hanya mengusulkan,” ujarnya. (eka/fun)