Proyek Drainase di Tongas-Bromo Terhambat Pipa PDAM-Pamsimas

TONGAS – Proyek Provincial Road Improvement Maintenance (PRIM) atau pemeliharaan jalan Tongas-Bromo mulai dikerjakan. Hanya saja, pengerjaannya terhambat oleh adanya pipa air PDAM dan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS).

Karena ada dua pipa itu, pembangunan saluran drainase di tepi jalan tersebut tidak bisa dilakukan. Pelaksana proyek pun memindah pengerjaan pemeliharaan rutin ke daerah Wonokerto arah Ngadisari.

Benny Surjoatmojo, superintendent PT Gala Karya Gresik sebagai pelaksana proyek mengatakan, pengerjaan PRIM sudah dimulai sebulan terakhir. Bentuknya masih tahap pemeliharaan rutin. Seperti perataan bahu jalan, pembersihan rumput, perataan gundukan tanah di bahu jalan. Termasuk pembersihan di saluran drainasenya.

”Proyek jalan ini banyak item-nya. Ada pemeliharaan drainase dan membangun drainase baru. Nah, untuk pengerjaan pembangunan drainase baru, terhambat adanya pipa air. Pipa air itu harus digeser lebih dulu,” terangnya.

Pipa air yang dimaksud, yaitu pipa PDAM kabupaten dan pipa PAMSIMAS. Pipa ini ada di sepanjang jalur Tongas-Sukapura. Baik di sisi kanan maupun kiri jalan.

”Pipa ini berada di kedalaman 40 sentimeter dari permukaan tanah. Bukan 1,5 meter di bawah permukaan sesuai peraturan yang berlaku,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Untuk itu, pihaknya selaku kontraktor pelaksana proyek PRIM, akan berkoordinasi dengan pihak PDAM. Juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perkim Kabupaten Probolinggo, selaku penanggung jawab PAMSIMAS. Apakah pipa itu akan diletakkan di bawah saluran drainase atau di samping saluran.

“Kami masih menunggu bagaimana dari PDAM. Tapi, nanti kami bicarakan lebih lanjut di lapangan bagaimana teknisnya. Apakah pipa harus diangkat dulu, baru digali,” tuturnya.

Menurutnya, teknisnya bisa diangkat dan pindah. Sebab, proses penggalian sekitar 3-4 jam saja. Nanti dibagi per seksi dalam beberapa ratus meter.

Bagian Teknis PDAM Kabupaten Probolinggo Marwan mengatakan, pihaknya tidak ada masalah dengan pemindahan pipa air tersebut. Sebab, proyek PRIM itu untuk kepentingan khalayak umum.

“Nanti siap untuk memindahkan pipa air itu. Tinggal menunggu surat dan pembahasan lebih lanjut soal pemindahan pipa air itu,” terangnya.

Sebagai informasi, proyek PRIM jalan Tongas-Bromo sepanjang kurang lebih 37 kilometer, akan dibagi dalam tujuh koridor. Tujuh koridor itu antara lain, ruas jalan Tongas–Lumbang (R.01); ruas jalan Lumbang–Lambang Kuning (R.03); ruas jalan Lumbang-Madakaripura (R.105); ruas jalan Sukapura–Lambang Kuning (R.60); ruas jalan Sukapura–Ngadisari (R.05); ruas jalan Ngadisari–Cemoro Lawang (R.06); dan ruas jalan Ngadisari–Laut Pasir (R.25).

Selama 3 tahun, jalan akses Bromo Tengger Semeru (BTS) akan disokong PRIM. Estimasi anggarannya mencapai Rp 184 miliar. Pemerintah Australia melalui Kemitraan Indonesia Australia untuk Infrastruktur (KIAT), akan membantu Rp 70 miliar. (mas/hn)