Pembebasan JLU Pasuruan Baru 30 Persen

PANGGUNGREJO – Proses pembebasan lahan jalur lingkar utara (JLU) di Kota Pasuruan, terus dilakukan. Sejauh ini, puluhan bidang lahan yang terimbas pembangunan JLU ini belum berhasil dibebaskan. Pemkot Pasuruan menargetkan dapat membebaskan bidang lahan yang belum bebas itu tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Muhammad Agus Fajar mengatakan, pembebasan lahan JLU masih terus diupayakan. Sejauh ini pihaknya baru berhasil membebaskan 83 bidang JLU.

Puluhan bidang ini terletak di seksi I dan seksi IV. Rinciannya, 39 bidang di seksi I dan 44 bidang di seksi IV. Sementara, untuk bidang JLU di seksi II dan seksi III masih belum berhasil dibebaskan. Atau total progres pembebasan lahan untuk JLU ini baru 30 persen.

“Pembebasan JLU masih terus dilakukan. Kami baru membebaskan sejumlah bidang lahan di seksi I dan seksi IV. Kami masih mengupayakan agar bidang JLU lainnya bisa segera bebas,” ujarnya.

Agus Fajar menjelaskan, seksi I melewati Kelurahan Gadingrejo dengan 42 bidang dan Kelurahan Karangketug dengan 85 bidang. Lalu, seksi II melewati Kelurahan Kepel dengan 17 bidang, Kelurahan Mandaranrejo dengan 13 bidang, dan Kelurahan Panggungrejo dengan 11 bidang.

Terakhir, seksi IV melewati Kelurahan Bugulkidul dengan 74 bidang. Sementara seksi III melewati Kelurahan Mandaranrejo, Tapaan, Kepel, dan Blandongan. Sejauh ini, lahan yang terimbas JLU di seksi III ini sudah diukur oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pasuruan dan masih diverifikasi.

Menurutnya, selama ini tidak ada kendala dalam proses pembebasan bidang terdampak JLU. Namun, kebanyakan pemilik lahan masih kurang melengkapi berkas administrasinya. Sehingga, proses pembebasannya berjalan lambat.

“Kami rutin berkoordinasi dengan BPN dan pihak kelurahan agar proses pembebasannya bisa segera rampung. Ini, upaya kami untuk mempercepatnya, sehingga akhir tahun ini sudah rampung,” ujar Agus Fajar. (riz/rud)