Jumlah KPM Berkurang Beban Kerja Pendamping di Pasuruan Berkurang

PASURUAN – Jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pasuruan mencapai 4.911 KPM. Sedangkan, jumlah pendampingnya hanya 16 orang. Namun, jumlah pendamping ini dipastikan tidak akan bertambah. Beda dengan jumlah KPM yang kini berkurang.

Koordinator Daerah PKH Kota Pasuruan Abd Khobir Ghozali mengatakan, Kemensos RI belum merencanakan penambahan tenaga pendamping dalam waktu dekat. Pihaknya juga tidak mengajukan penambahan tenaga pendamping karena jumlahnya sudah ideal.

Di samping itu, beban kerja pendamping selama ini semakin berkurang. Itu, disebabkan jumlah KPM yang cenderung berkurang. Pada awal tahun lalu, Kemensos RI mengirimkan data di Kota Pasuruan ada 4.911 KPM.

“Kemudian dalam proses pemutakhiran data, jumlahnya berkurang 30 KPM. Banyak faktor, tapi yang mendominasi karena KPM sudah dinyatakan mandiri, sehingga tidak perlu di-cover PKH,” ujarnya.

Sebanyak 16 pendamping yang ada, kini dimaksimalkan untuk mendampingi 4.882 KPM. Setiap pendamping memiliki tanggung jawab mendampingi sekitar 305 KPM. Sedangkan rasio yang ditentukan Kemensos RI, setiap pendamping idealnya mendampingi 45 KPM. “Tentu apabila mengacu pada rasio itu, dimana setiap pendamping maksimal mendampingi 450 KPM, tenaga kami saat ini masih mencukupi,” ujar Khobir.

Menurutnya, ke depan juga tak menutup kemungkinan bila jumlah KPM terus berkurang. Sebab, fungsi pendampingan PKH tak sekadar untuk memfasilitasi penyaluran bantuan.

“Melainkan juga memastikan KPM dengan bantuan yang ada dapat dimaksimalkan untuk kegiatan yang bermanfaat. Terpenting juga untuk kegiatan yang bisa menopang perekonomian, sehingga KPM makin mandiri,” ujarnya. (tom/rud)