Ditata Ulang, Bagaimana Wajah Alun-alun Probolinggo?

MAYANGAN – Mulai diwacanakan sejak tahun 2016, akhirnya Pemkot Probolinggo akan benar-benar menata ulang alun-alun kota. Rencananya, penataan ulang itu akan dilakukan tahun ini.

“Memang rencananya tahun 2019 ini alun-alun kota akan ditata ulang. Namun, penataan ini tidak dilakukan oleh DLH, melainkan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR),” ujar Budi Krisyanto, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sebagai informasi, Alun-alun Kota Probolinggo merupakan salah satu pusat kegiatan warga kota. Lokasinya strategis, karena diapit Masjid Agung Raudlatul Jannah, Stasiun Kereta Api, Lapas IIB Probolinggo, dan Pendapa Bupati Probolinggo. Posisinya memutar, mulai di Jalan Ahmad Yani, Jalan KH. Agus Salim, Jalan KH Mansyur, dan Jalan Trunojoyo.

Amin Fredy, kepala Dinas PUPR membenarkan rencana penataan alun-alun kota yang akan dilakukan tahun ini. Menurutnya, alun-alun akan dipugar, kemudian akan dibangun ulang dengan konsep yang berbeda.

“Memang tahun ini alun-alun akan dipugar. Konsepnya dibuat seperti alun-alun di kota lain. Seperti di Malang dan Pasuruan. Akan dibangun dengan konsep terbuka,” ujarnya.

Salah satu hal mendasar dalam penerapan konsep terbuka yaitu, pagar di sekeliling alun-alun akan dibongkar.

“Dinas PUPR akan menangani pembangunan fisiknya. Sedangkan untuk DLH akan fokus pada penataan lingkungannya setelah penataan alun-alun dilakukan,” katanya.

Amin menjelaskan, tujuan penataan ulang alun-alun yaitu untuk membuat lebih indah. Juga untuk menghilangkan kesan kumuh di alun-alun.

“Setelah ditata ulang, PKL nanti tetap kami sediakan tempat. Akan kami tata ulang juga. Namun, penataan lokasi PKL tidak dilakukan tahun ini. Melainkan tahun 2020,” lanjutnya.

Saat ini, Dinas PUPR mulai menyiapkan proses lelang untuk pekerjaan fisik penataan Alun-alun. “Sekarang dokumen lelang sudah masuk di ULP. Targetnya setelah Lebaran, mungkin Juli sudah ada pemenangnya,” ujarnya. (put/hn)