Anggarkan Rp 10,2 Miliar untuk Jalan Rusak Sidogiri-Kraton dan Kolursari-Pandaan

PASURUAN – Pemkab Pasuruan mengalokasikan anggaran Rp 10,2 miliar untuk perbaikan jalan di 2 titik. Yakni, jalan Desa Tambakrejo-Desa Sidogiri, Kecamatan Kraton dan jalan penghubung Desa Kolursari, Kecamatan Bangil menuju Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan.

Diketahui, ruas jalan di dua titik itu mengalami kerusakan. Akibatnya, para pengendara tidak nyaman saat melintas. Bahkan, berisiko terjadinya kecelakaan. Terutama kendaraan roda dua. Hal inilah yang mendorong warga agar pemkab melakukan perbaikan jalan.

Rahmat, warga Tambakrejo, Kecamatan Kraton mengatakan, sudah setahun lebih kerusakan jalan Tambakrejo-Sidogiri terjadi. “Jalannya berlubang dan berbahaya bagi pengendara,” jelasnya. Tak sedikit yang menjadi korban atas kerusakan jalan setempat. Banyak pengendara roda dua yang jatuh.

Kabid Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan Eko Bagus mengungkapkan, perbaikan jalan di dua titik itu dialokasikan dari APBD. Untuk Tambakrejo-Sidogiri dianggarkan Rp 7,5 miliar. Sementara Kolurasi-Pandaan dialokasikan Rp 2,7 miliar.

“Sudah dianggarkan. Sekarang masih proses perencanaan,” tambahnya.

Menurutnya, kerusakan jalan setempat dipengaruhi beberapa faktor. Selain faktor cuaca, juga dipengaruhi proyek jalan tol Gempan. “Banyak truk-truk proyek yang melintas. Sehingga, jalannya rusak,” pungkasnya.

Sementara kerusakan jalan di Desa Banjarsari, Kecamatan Pandaan, menurut Bagus Eko, memang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir. Aspalnya banyak yang mengelupas, sehingga dibutuhkan pembenahan. Pembenahan akhirnya diperlukan, tak lain agar pengguna jalan bisa lebih nyaman.

“Rencananya, tahun ini pembenahan jalan penghubung Kolursari ke Banjarsari akan direalisasikan,” katanya. Perbaikan jalan dilakukan sepanjang kurang lebih 3-5 kilometer. “Pembenahannya berupa hotmix jalan,” terang Eko.

Menurut Eko, pembenahan jalan setempat masih pengajuan lelang ke BLP. Pihaknya mengestimasi, proses pengerjaan jalan itu baru bisa dimulai Juli 2019. Karena masih perlu menunggu pemenang tender untuk pelaksanaannya. (one/fun)