Tiga Korban yang Tewas saat Gali Sumur Karena Keracunan Gas

MASIH BERSAUDARA: Jenazah Sapik, Mustofa dan Busar saat masih berada di RSUD Tongas. Ketiga warga Tongas tersebut keracunan saat menguras sumur di rumah Sapik, Senin (3/6) siang. (Polsek Tongas for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

TONGAS – Tewasnya tiga warga Tongas saat menggali sumur di Desa Wringinanom, Senin (3/6), masih terbilang satu keluarga. Ketiganya juga dikenal sebagai tukang pembuat sumur. Kematian ketiganya diduga akibat keracunan gas, saat menguras sumur milik Sapik, yang dalamnya sekitar 20 meter tersebut.

KARBONDIOKSIDA: Mesin diesel yang digunakan ketiga korban saat menguras sumur. Mesin itu ditemukan di sekitar TKP. (Polsek Tongas for Jawa Pos Radar Bromo)

Usai kejadian, ketiga korban sempat dibawa ke RSUD Tongas. Kapolsek Tongas AKP Tavib menjelaskan, ketiga korban oleh warga dibawa ke RSUD Tongas. Namun, ketiganya sudah tidak bernyawa.

”Berdasarkan analisa tim medis, korban meninggal akibat Kekurangan Oksigen,” terangnya.

Pernyataan kapolsek juga ditegaskan RSUD Tongas. Menurut dokter haga IGD RSUD Tongas, dr Denny Hidayati, ketiga korban masuk ke rumah sakit dengan waktu berbeda.

Sekitar pukul 14.30, adalah korban atas nama Sapik yang datang pertama, kemudian Busar dan terakhir Mustofa. Hanya saja saat ketiganya datang, mereka sudah tidak bernyawa.

“Korban sempat dilakukan kejut jantung 3×10 menit untuk memastikan bahwa korban benar-benar meninggal dunia. Diduga kekurangan oksigen dan keracunan gas,” beber dr Denny Hidayati.

Setelah meninggal, dilakukan perawatan jenazah. Saat itu pihak kerabat dan keluarga berdatangan. Dan sekitar pukul 16.30, ketiga jenazah dipulangkan ke rumah duka.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga warga Tongas tewas saat menguras sumur di Desa Wringinanom. Ketiga korban itu adalah Mustofa, 31, warga Desa Sumendi Tongas. Dua korban lagi asal Dusun Gupong Desa Wringin Anom adalah Busar, 51, dan Sapik, 66. Mereka tewas saat tengas menguras sumur milik Sapik.

Menurut kepala desa (Kades) Wringin Anom, Syafi’i, ketiganya memang tukang kuras sumur dan masih saudara. Mereka menguras sumur dengan menggunakan mesin pompa yang di hidupkan di dasar sumur. Karena merasa hasil kurang maksimal akhirnya, akhirnya korban Mustofa turun ke bawah sumur menggunakan tali untuk membersihkan dengan cara manual. Sumur dengan diameter 150 cm itu memiliki kedalaman sekira 20 meter.

Saat korban Mustofa menguras dengan timba, tidak lama korban lemas atau tak sadarkan diri. Namun Mustofa tewas. Lantaran lama tak mendapat respons, Sapik dan Busar akhirnya menyusul ke dalam sumur. Namun justru keduanya juga ikut tewas. (mg1/mas/fun)