Targetkan Terakreditasi Bulan Ini agar RSUD Grati Bisa Layani Pasien BPJS

BANGIL – Akreditasi RSUD Grati diburu waktu. Sebab, bila tidak segera terakreditasi, bukan tidak mungkin kerja sama dengan BPJS bisa terhenti.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, Ugik Setyo Darmoko menguraikan, tengah mengupayakan agar RSUD Grati bisa terakreditasi. Hal ini kaitannya dengan layanan bagi pasien BPJS.

Karena bila tak segera terakreditasi, layanan dengan BPJS bisa terputus. “Per 1 Juli, kerja sama dengan BPJS bisa terputus kalau sampai tidak terakreditasi,” sampainya.

Menurut Ugik, akreditasi untuk RSUD Grati sejatinya tinggal menunggu keputusan dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Sebab, lembaga independen itu sejatinya sudah melakukan survei ke RSUD Grati. “Hhasil dari survei itulah yang kami tunggu,” imbuhnya.

Pihaknya memperkirakan, keputusan akan akreditasi RSUD Grati bisa turun pertengahan Juni 2019 ini. “Harapan kami, paling tidak bulan ini sudah harus keluar sertifikatnya. Karena bila tidak, tentunya akan mempengaruhi pelayanan. Khususnya bagi pasien BPJS,” tandasnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Abu Bakar mendesak agar Dinkes lebih proaktif untuk mempertanyakan hasil survei dan sertifikat akreditasi RSUD Grati. Hal ini berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat, yakni pasien BPJS.

Ia khawatir, tak jelasnya akreditasi RSUD Grati berdampak pada pencabutan kerjasama dengan BPJS. Dampaknya, pasien BPJS tidak terlayani.

“Jangan sampai, pasien BPJS tidak mendapatkan pelayanan gara-gara sertifikat akreditasi itu tidak turun,” tukasnya. (one/fun)