Sehari Semalam, Volume Kendaraan 23 Ribu Lebih di Exit Tol Leces

LECES – Arus mudik kendaraan yang melintasi jalan tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) terus meningkat menjelang Lebaran. Pada H-2, Senin (3/6), arus kendaraan yang keluar dan masuk di exit tol Paspro, Probolinggo Timur (Leces) terpantau cukup ramai.

Manajer Operasional PT Trans Jawa Tol Paspro Sukiran mengatakan, arus mudik kendaraan di jalan Tol Paspro dari hari ke hari terus meningkat. Namun, peningkatan arus kendaraan itu tidak sampai menimbulkan kemacetan atau antrean di pintu keluar masuk tol.

”Arus mudik kendaraan yang melewati jalan tol Paspro terus meningkat. Tapi, masih lancar sejauh ini,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Pihaknya, menurut Sukiran, mencatat total ada 23.500 lebih kendaraan yang melintas di tol Paspro selama sehari semalam atau 24 jam. Paling banyak kendaraan masuk dan keluar lewat exit tol Probolinggo Timur (Leces).

Rinciannya, di gardu entrance ada 6.203 kendaraan dan gardu exit sekitar 10.274 kendaraan. Sehingga, total kendaraan yang masuk dan keluar di exit tol Leces ada 16.477 kendaraan.

”Kebanyakan kendaraan dari arah timur langsung masuk tol lewat exit tol Leces. Begitu juga pemudik dari arah barat, mereka paling banyak turun di exit tol Leces,” terangnya.

Namun, tidak ada antrean panjang di pintu masuk tol Paspro. Sehingga, peningkatan arus mudik itu tidak sampai menimbulkan kemacetan.

Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi terjadinya antrean di pintu masuk dan keluar tol. Pihaknya menyiapkan mobile rider. Yaitu, menyiapkan petugas yang akan jemput bola untuk menempelkan kartu tol. Tujuannya, pengendara bisa memangkas waktu sekian menit di pintu tol. Sehingga, antrean pun bisa dihindari.

”Kami optimistis tidak sampai terjadi antrean panjang di pintu Tol Paspro. Karena kami sudah siapkan mobile rider. Termasuk petugas teknis yang siap memperbaiki saat ada kerusakan alat,” terangnya.

Sementara itu, pada H-2 Lebaran, arus kendaraan di jalur Pantura Probolinggo juga lancar. Tidak ada kepadatan berarti di jalur tersebut. Bahkan, di jalur Pantura Kraksaan, arus lalu lintas lengang.

Kepala Pospam Kraksaan Kompol Joko Yuwono mengatakan, puncak arus mudik di jalur pantura sudah terjadi pada hari Minggu (2/6). Meskipun demikian, kondisi lalu lintas lancar, tidak ada kemacetan.

“Kondisi lalu lintas lancar, tidak ada kemacetan. Ini sudah selesai untuk puncak arus mudiknya,” ujarnya.

Joko –panggilannya- memprediksi, kondisi seperti ini akan terus berlangsung hingga Lebaran. Apalagi jalan raya di sepanjang jalan Pantura sudah semakin lebar, seiring adanya perbaikan jalan.

”InsyaAllah aman. Kondisi lalu lintas yang macet tidak ada ya,” ungkapnya.

Meski demikian, dia meminta pemudik untuk menghindari waktu sore hari. Sebab, sore hari biasanya volume kendaraan cenderung meningkat.

Pada sore hari, menurutnya, banyak masyarakat yang keluar rumah untuk ngabuburit. Karena itu, kadang membuat jalan sedikit padat.

“Selain ngabuburit, juga ada pembagian takjil. Karena itu tak jarang kemudian terjadi kepadatan lalu lintas. Jadi, kami mengimbau lebih baik pemudik menghindari waktu sore hari. Tujuannya yaitu agar perjalanan bisa lancar,” ungkapnya. (mas/sid/fun)