Lima Bulan, Rumah Singgah sudah Tangani 48 PSK, Mayoritas dari Luar Pasuruan

PASURUAN – Sampai akhir Mei tahun ini, jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) yang ditangani di Dinas Sosial mencapai 48 orang. Dari jumlah tersebut, 80 persennya berasal dari luar daerah mulai dari Jawa Tengah sampai Jawa Barat.

Gunawan Wicaksono, PLT Kepala Dinsos Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa penindakan PSK adalah hasil operasi dari Satpol PP yang diciduk di Kabupaten Pasuruan. “Sebagian dari razia Satpol PP. Setelah didata dan di tes kehatan, baru dikirim ke Dinas Sosial. Fungsinya adalah untuk rehabilitasi dan memulangkan ke keluarga atau daerah asalnya,” jelasnya.

Fungsi rehabilitasi ini, kata Gunawan, begitu penting. Ini agar PSK yang terciduk, tak lagi menggeluti ke pekerjaan haramnya. Harapannya, mereka bisa kembali ke keluarganya.

Biasanya PSK ini dibawa ke Rumah Singgah selama 1-2 hari. Dalam rehabilitasi ini diberikan siraman rohani sampai bimbingan spiritual dari tokoh keagamaan. Termasuk memberikan konseling. Saat itulah mereka akan ditanya, kenapa terjun ke dunia hitam. Lalu dicarikan solusinya agar tidak kembali bekerja menjadi PSK.

Dari segi jumlah PSK yang ditindak sampai Mei kemarin, jumlah ini sejatinya lebih banyak jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat itu PSK yang ditangani tercatat mencapai 40.

Wahyu Widodo, Kasi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos mengatakan, dari 48 PSK yang dibawa ke Rumah Singgah, memang sebanyak 80 persen adalah dari luar daerah. Dominasinya adalah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Untuk asal Kabupaten Pasuruan berasal dari Pasrepan, Gempol, Prigen, Bangil, Pandaan dan Tosari.

Untuk PSK yang asal Kabupaten Pasuruan, Dinsos Kabupaten Pasuruan harus datang ke rumah PSK tersebut. Tujuannya, untuk memastikan mereka kembali ke keluarganya.

“Itupun kalau sudah di rumah, kami tidak langsung bilang bahwa mereka bekerja sebagai PSK. Nanti bisa ribut, apalagi dia dibawa oleh petugas. Jadi kami cari alasan lain, baru ke keluarga tertentu dan private kami sampaian sejujurnya. Dan semoga nanti bisa benar-benar dipantau dan lebih diperhatikan,” jelasnya.

Sedangkan dari luar daerah, Dinsos juga bekerja sama dengan Dinsos setempat dan dipulangkan ke keluarga dengan cara yang sama. Tujuannya agar PSK ini bisa lebih diperhatikan keluarga dan tidak kembali lagi kembali ke pekerjaan lamanya. (eka/fun)