Lebaran Semakin Mendekat, Warga Mulai Berburu Ketupat

MAYANGAN – Banyak cara dilakukan seseorang untuk mengais rezeki dalam momen Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dengan menjual selongsong ketupat. Maklum, selama Lebaran, banyak warga yang menyediakan ketupat untuk para tamunya.

Kebiasaan ini pun ditanggap sebagai peluang bagi sejumlah warga untuk mengaiz rezeki. Senin (3/6), banyak warga yang mendadak berjualan janur dan selongsong ketupat. Seperti terlihat di Pasar Baru, Kota Probolinggo. Di sana, ada lebih dari 10 orang menyediakan janur dan selongsong ketupat.

“Ini jualan setahun sekali. Biasanya kami berjualan sejak dua hari sebelum Lebaran,” ujar salah seorang pedagang selongsong ketupat asal Keluraha Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Tarmini, 45.

Ibu dua anak ini menyediakan selongsong ketupat dan janur yang belum dibentuk menjadi selongsong. Per 9 selongsong ketupat dijual Rp 10 ribu. Sedangkan, per 10 lembar janur dihargai Rp 5.000. “Kebanyakan orang lebih memilih kulit (selongsong) ketupat. Ada juga yang pesan ketupat sudah jadi dengan lontongnya. Satu ketupat dijual Rp 4.000,” ujarnya.

Para pembeli pun bisa memilih. Menurut Tarmini, warga yang membeli janur karena bisa membuat ketupat sendiri. Ada juga yang membeli selongsong ketupat karena tidak mau repot.

Rusdiana, 28, salah seorang pembeli asal Keluarahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, memilih membeli selongsong ketupat. “Kalau buat sendiri saya tidak bisa. Daripada rusak banyak janur, lebih milih beli kulit ketupat saja,” ujarnya.

Untuk memasak ketupat, Rusdiana mengaku tidak kesulitan. Cara membuatnya tidak beda dengan membuat lontong. “Tapi, harus tetap dipantau. Masak ketupat ini kan lama juga,” ujarnya. (put/fun)