Jika Tambah Libur, PNS Bakal Dikenai Sanksi

KRAKSAAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melarang pegawai untuk menambah libur panjang saat cuti bersama hari raya Idul Fitri. Guna memastikan para pegawai di lingkup Kabupaten Probolinggo tidak ada yang bolos, pemkab bakal menggelar sidak di hari pertama. Bahkan, sanksi pun telah disiapkan bagi pegawai yang bolos.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian. Saat dikonfirmasi, Senin (3/6), Yulius mengatakan, para pegawai baik itu ASN maupun non-ASN telah libur. Namun, 1 Juni kemarin, mereka masih harus ikuti upacara memperingati hari Pancasila.

”Mulai efektif liburnya Minggu kemarin (2/6). Masuk kembali tanggal 10 Juni besok,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Yulius mengungkapkan, inspektorat telah mengingatkan pada semua pegawai untuk tidak tambah libur. Sebab, dipastikan ada sanksi bagi pegawai yang bolos di hari pertama masuk setelah libur hari raya Idul Fitri. Sanksi yang disiapkan sesuai dengan pasal 3, angka 17 dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 53 tahun 2010, tentang disiplin pegawai.

”Sanksi yang akan diberikan tertuang dalam PP nomor 53 tahun 2010. Nanti, tergantung pada hasil pemeriksaan, berat ringannya sanksi,” teranngya.

Yulius menambahkan, untuk memastikan pegawai tidak bolos di hari pertama, telah disiapkan tim sidak (inspeksi mendadak). Dimana, beberapa tim telah dibentuk yang siap menyebar ke sejumlah OPD (organisasi perangkat daerah). Sebab, ada kewajiban dari pemkab untuk melaporkan ke kemenpan RB, tingkat kehadiran pegawai di hari pertama masuk.

”Seperti biasa, telah disiapkan beberapa tim sidak. Jadi, dipastikan pegawai yang tidak masuk atau bolos, akan diketahui,” terangnya. (mas/fun)