Berbesar Hati, Pemilik Toko Cabut Laporan, Pencuri Sweater di Pasar Maron Dibebaskan

MARON – Achmad Noor, 38, tersangka pencuri sweater anak-anak akhirnya bisa bernapas lega. Dia bebas setelah Nasrul, pemilik toko baju Alif di Pasar Maron, memaafkan perbuatannya mencuri sebuah sweater.

DIAMANKAN: Achmad Noor saat diamankan di Mapolsek Maron. Insert sweater yang dikantongi Noor juga ikut diamankan. (Istimewa)

Nasrul memaafkan setelah mengetahui latar belakang pelaku saat proses mediasi di Polsek Maron. Warga Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, itu ternyata duda dua anak. Satu anak kandung dan satu lagi anak asuh. Nah, sweater yang dicurinya itu, rencananya akan diberikan pada salah satu anaknya. Yaitu, anak asuhnya.

Kondisi itu membuat Nasrul tersentuh. Dia pun memaafkan perbuatan pelaku. Kemudian, mencabut laporan dugaan pencurian di Polsek Maron.

Kapolsek Maron AKP Sugeng Supriyanto saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Menurutnya, kasus pencurian yang terjadi Sabtu (1/6) itu tidak berlanjut ke ranah hukum. Sebab, Nasrul pemilik toko Alif, memaafkan pelaku dan mencabut laporannya.

Pihaknya, menurut Kapolsek Sugeng, sebenarnya sudah memeriksa pelaku untuk proses penyidikan lebih lanjut. Pelaku langsung diperiksa, sesaat setelah dilaporkan mencuri sweater oleh Nasrul.

”Saat awal menerima laporan pencurian pada Sabtu malam, kami terima dan proses. Kami langsung periksa pelaku,” katanya.

Selanjutnya, dikatakan Kapolsek, Minggu (2/6) sore, pihaknya mendatangi pemilik toko Alif yaitu Nasrul untuk mediasi. Pelaku dan pemilik toko lantas dimediasi di Mapolsek Maron. Saat mediasi itulah, Nasrul memaafkan perbuatan pelaku dan mencabut laporannya.

”Pelaku akhirnya kami bebaskan. Sebab, korban atau pemilik toko sudah mencabut laporannya. Sehingga, kasus pencurian itu berakhir damai,” terangnya.

Pemilik toko, menurut Kapolsek, mencabut laporannya setelah mendengar pengakuan pelaku. Pelaku mengaku, sweater itu akan diberikan pada anak asuhnya. Kondisi itu membuat Nasrul iba dan ikhlas untuk tidak melanjutkan proses hukumnya.

”Kerugian juga di bawah Rp 2,5 juta. Jadi, kami pun melakukan mediasi dan berakhir damai,” terangnya.

Pelaku sendiri dilaporkan ke Polsek Maron setelah tertangkap tangan mencuri sweater anak-anak di toko milik Nasrul. Yaitu, toko Alif, letaknya di depan Pasar Maron.

Karena perbuatannya, pelaku dipukuli warga di sekitar toko, Sabtu (2/6) malam. Dia lantas diamankan petugas Polsek Maron yang cepat tiba di lokasi kejadian. (mas/hn)