Bayar THR Lebih Rendah, Satu Perusahaan di Probolinggo Dilaporkan

PROBOLINGGO – Menjelang Idul Fitri, masih ada perusahaan yang membayar THR tidak sesuai aturan. Terbukti, sebuah perusahaan di Kota Probolinggo dilaporkan karyawannya ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat karena melanggar aturan.

Hal ini diungkapkan oleh Suripto, kabid Hubungan Industrial di Disnaker Kota Probolinggo, Minggu (2/6). Menurutnya, ada satu perusahaan di bidang jasa keuangan yang membayar THR tidak sesuai aturan di kota.

“Akhirnya, perusahaan itu dilaporkan dua karyawannya karena membayar THR tidak sesuai peraturan. Namun, sudah diselesaikan dengan mediasi oleh Disnaker,” jelasnya.

Dua orang itu adalah seorang karyawan dengan masa kerja 8 bulan. Dia hanya diberi THR Rp 500 ribu. Padahal, seharusnya yang bersangkutan berhak mendapatkan THR Rp 1.250.000.

“Sedangkan satu lagi dari perusahaan yang sama, seharusnya mendapat THR Rp 2,25 juta. Namun hanya dibayar Rp 750 ribu,” ujarnya.

Laporan itu masuk Kamis lalu. Kemudian oleh Disnaker, karyawan dan pihak perusahaan dipertemukan pada hari Jumat. Hari itu juga masalah tersebut bisa diselesaikan. Sayangnya Suripto enggan menyebutkan nama perusahaan yang dilaporkan karyawan tersebut.

“Perusahaan membayarkan kekurangan THR karyawan saat itu juga,” ujarnya.

Selain laporan ini, Disnaker juga memantau ke sejumlah perusahaan di Kota Probolinggo. Seperti SPBU dan bengkel, pembayaran THR dilakukan Sabtu (1/6).

“Sejumlah SPBU dan bengkel, membayarkan THR pada hari Sabtu tanggal 1 Juni. Jadi, kami tidak bisa memantau. Padahal, peraturannya pembayaran THR maksimal H-7 sebelum Lebaran,” ujarnya.

Namun, menurutnya perusahaan-perusahaan besar tidak ada masalah. Dalam pantauannya, perusahaan besar bisa membayar THR karyawan. (put/fun)