Tol Paspro Beroperasi, Sentra Oleh-oleh Ketapang Sepi

LEBIH SEPI: Kondisi sentra oleh-oleh Ketapang yang tahun ini lebih sepi ketimbang tahun lalu. Pedagang menyebut, sepinya pengunjung itu tak terlepas dari dioperasionalkannya tol Pasuruan-Probolinggo. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Related Post

KADEMANGAN – Dioperasionalkannya tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) cukup berimbas pada sentra oleh-oleh Ketapang. Saat musim mudik Lebaran ini, sentra oleh-oleh yang terletak di batas kota itu tak seramai tahun-tahun sebelumnya.

“Memang (pembeli) berkurang. Sebab, konsumen mobil pribadi banyak yang beralih lewat jalan tol. Bukan lewat jalan Pantura (reguler). Kalau lewat Pantura, mereka bisa mampir ke sini,” ujar Putri, 20, salah satu penjaga stan di Pusat Oleh-oleh Ketapang.

Menurunnya, pembeli itu bisa dirasakan dari aktivitasnya melayani pembeli. “Kalau dulu dan tahun lalu, kami melayani pembeli sampai ndak bisa duduk. Itu, lantaran saking banyaknya pembeli yang datang,” ujarnya.

Saat ini jumlah pemudik kendaraan roda empat jauh berkurang di jalur reguler atau jalur pantura. Sementara pengendara motor, bukanlah pangsa pasar utama.

“Kalau pemudik yang naik motor jarang mampir ke sini (sentra oleh-oleh). Soalnya, susah-kan bawa barangnya kalau naik motor,” bebernya.

Penurunan pembeli itu, disebutkan sejatinya sudah terlihat mulai libur sekolah dan Natal pada 2018 lalu. Sebab, saat itu ruas tol Paspro mulai diujicobakan.

Keluhan senada juga disampaikan Titik, 40, salah satu pedagang di pusat oleh-oleh.“Sepi sekarang kondisinya. Terlihat kan kendaraan yang parkir untuk beli tidak sebanyak dulu,” ujarnya.

“1-2 tahun lalu, 3-4 hari sebelum Lebaran sudah banyak mobil yang mampir ke sini untuk beli oleh-oleh. Sekarang mobil yang parkir bisa dihitung,” tambahnya.

Meski begitu, Titik enggan menyebutkan turunnya omzet yang ia peroleh itu. Yang jelas, dari pengalaman libur Natal 2018 lalu, ia akhirnya membuat kebijakan mengurangi mengambil stok dagangan. Terutama aneka makanan yang masa kedaluwarsanya terbatas.

“Seperti tape, brownies tape, prol tape ambilnya ndak banyak-banyak. Khawatir ndak terjual meskipun sekarang Lebaran,” ujarnya. (put/mie)